MAGELANG – Hari kelima pascameletusnya Gunung Kelud yang menyebarkan hujan abu hingga Kota Magelang, Wali Kota Sigit Widyonindito memerintahkan kerja bakti. Yakni, membersihkan abu vulkanis di sejumlah jalan, tempat umum, kantor, dan beberapa lokasi lainnya.Wali kota didampingi beberapa pejabat Pemkot Magelang, juga Dandim 0705/Magelang Letkol Kav Adang Sumpena terjun langsung saat pembersihan debu vukanis tersebut. “Saya perintahkan dinas terkait segera tanggap. Misalnya, jajaran Dinas Pekerjaan Umum (DPU), memberikan fasilitas air mobil pemadam kebakaran (Damkar) untuk membantu menyemprot abu yang bertebaran dan menumpuk di jalan,” tegas Sigit, kemarin (17/2).Sigit beserta jajarannya membersihkan abu di sekitar Alun-alun, dilanjutkan dengan debu di Jalan Pemuda, Jalan Yos Sudarso, dan lainnya. Mereka dibantu mobil tangki menyemprot air.Sigit mengajak langsung warga dan pemilik toko di sekitar lokasi ikut membersihkan.”Penyemprotan dilakukan untuk menjaga kesehatan masyarakat. Kalau tidak segera dibersihkan, bisa mengganggu kesehatan dan aktivitas ekonomi di Kota Magelang. Mudah-mudahan, beberapa hari ke depan, aktivitas di Kota Magelang bisa kembali normal,” katanya.Kabag Humas Protokol dan Santel Pemkot Magelang Sutomo Hariyanto mengatakan, pembersihan fasilitas umum agar abu vulkanis tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Perintah wali kota ditujukan pada pegawai pemkot dan BUMD. Meski sadar, upaya pembersihan tersebut bakal lama karena abu vulkanis yang menyelimuti Kota Magelang cukup tebal.”Kami mengerahkan beberapa mobil pemadam kebakaran menyemprot abu yang menyelimuti Alun-alun Kota Magelang yang merupakan pusat keramaian dan beberapa jalan protokol,” jelasnya.Sementara itu, Akademi Militer (Akmil) Magelang mengerahkan ratusan personel dan mobil pemadam kebakaran membantu aksi pembersihan debu tersebut. Mereka merasa ketebalan debu yang mencapai lima sentimeter sangat berbahaya bagi kesehatan. Selain gangguan pernafasan skala ringan,abu vulkanis juga mengandungsilica yang berpotensi menyebabkan penyakit paru-paru silikoisis.Gubernur Akmil Mayjen TNI Sumardi mengatakan, hujan belum turun. Karena itu, Akmil harus proaktif bersama pemerintah daerah dan masyarakat menanggulangi bencana alam debu vulkanis.”Kami telah perintahkan semua personel Akmil membersihkan rumah dan pekarangannya dari debu Gunung Kelud, sehingga bahaya abu vulkanis tidak menyebabkan sakit. Terutama anak-anak kecil,” katanya.(dem/hes)