PURWOREJO – Gang Sewelasan Kompleks Pasar Kutoarjo mulai ditinggalkan pedagang kaki lima (PKL) selama dua hari terakhir. Belasan PKL yang biasa menjajakan ikan segar di lokasi tersebut, pindah ke dalam pasar sisi barat. Ini menyusul penertiban Satpol PP Purworejo beberapa waktu lalu.Sejak pertama ada, Gang Sewelasan merupakan wilayah terlarang untuk aktivitas PKL. Meski kerap dilakukan penertiban, pedagang selalu balik berjualan dan terjadi bertahun-tahun.Hingga akhirnya delapan orang PKL terpaksa berurusan dengan pihak berwajib dan dikenai sanksi denda Rp 300 ribu per orang, subsider tujuh hari kurungan dalam sidang di Pengadilan Negeri Purworejo, Senin (17/2) lalu.Salah satu pedagang ikan, Leginem, 62, warga Desa Gesikan, Kecamatan Kemiri mengatakan, kendati memberatkan para pedagang, sanksi tegas yang dilakukan pemerintah harus dijalankan secara konsisten. Ia tidak menginginkan penertiban hanya bersifat sementara. Ini demi memberi kepastian nasib para pedagang yang menggantungkan hidup dari usaha menjual ikan. “Saya si manut saja. Asalkan dijalankan dengan konsisten. Jangan sampai dalam waktu mendatang sejumlah pedagang kembali berjualan di Gang Sewelasan. Ini akan memancing reaksi pedagang lain dan akhirnya semua pedagang ikan pindah lagi ke sana,” ungkap Leginem, kemarin (18/2).Leginem melanjutkan, kepindahan para pedagang ikan di Gang Sewelasan sejak Senin (17/2). Pedagang takut mendapat sanksi tegas. Usai pindah lokasi, pendapatan pedagang mengalami penurunan drastis. “Jualan di Gang Sewelasan menguntungkan kami, lantaran lebih ramai pembeli. Sementara jualan di dalam pasar, kondisinya lebih sepi. Letaknya terpencil dari pusat keramaian sehingga mengurangi pendapatan pedagang,” katanya.Suryono, 34, warga Kutoarjo, mengungkapkan, langkah penertiban Satpol PP dinilai cukup baik. Selama ini, keberadaan pedagang ikan di Gang Sewelsan dinilai mengganggu pengendara. Ceceran limbah air membuat jalan jadi rusak parah. “Saat melintas di gang tersebut, jalannya becek dan bau. Hal itu merugikan pengguna jalan,” ungkapnya.Ia meminta penertiban diberlakukan pada PKL lain yang masih berjualan di Jalan Tanjung Anom dan sekitarnya. “Semrawutnya penataan PKL mengurangi keindahan kota yang menjadi kebangaan warga Kutoarjo. Harus ada tindakan lanjutan agar kompleks Pasar Kutoarjo benar-benar rapi,” harapnya.(tom/hes)