TURI– Evaluasi kerja bakti pembersihan abu di tempat-tempat fasilitas umum dan jalan raya belum menunjukkan hasil signifikan. Dari sasaran 500 gedung sekolah, hingga kemarin (18/2), baru sekitar 200 gedung dibersihkan oleh tim gabungan Badan Penanggulangan Bncana daerah (BPBD), relawan, dan masyarakat.Kepala BPBD Sleman Julisetiono Dwi Wasito telah mengoptimalkan personel dan sarana yang dimiliki. Sebanyak 31 tim yang disebar hanya mampu menyelesaikan seratus gedung sekolah per hari. “Jika belum selesai, ya , kami teruskan sampai sasaran rampung,” ujar Juli di sela pembersihan gedung Puskesmas Turi kemarin.Selain fasilitas umum, Juli mengingatkan pentingnya pembersihan rumah-rumah warga. Khususnya di bagian genting (atap). Tak kalah penting pembersihan abu di pohon-pohon tinggi. Nah, untuk keperluan itu dibutuhkan sarana, yang jumlahnya relatif minim. Konsekuensi gedung bertingkat, pembersihan harus dengan water canon.Untuk rumah pribadi, pembersihan bisa dilakukan manual. Hal yang perlu diperhatikan, kata Juli, selain digelontor dengan air, abu harus disapu. Sebab, jika hanya disentor pakai air, abu tidak akan ikut mengalir. Tapi justru tambah berat. Dalam jangka lama, itu bisa mengakibatkan atap ambrol. “Itu yang perlu diantisipasi,” tegasnya.Juli mengimbau warga tidak mengandalkan hujan. Curah hujan tinggi tidak selalu bisa melunturkan abu. Sebaliknya, bisa menyebabkan abu mengeras dan sulit dibersihkan. (yog/din)