JOGJA – Gubernur DIJ Hamengku Buwono X bersama sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov DIJ akan mengantarkan bantuan bagi korban erupsi Gunung Kelud di Kediri siang ini (19/2). Menurut rencana, sejumlah kepala daerah, seperti Wali Kota Haryadi Suyuti, ikut serta dalam rombongan tersebut. Bantuan itu memang berasal dari gabungan pemprov dan pemkab/pemkot.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIJ Gatot Saptadi mengatakan, ada 10 truk yang membawa bantuan. Bantuan ini berupa bahan bangunan rumah seperti paku, kayu, dan genting.
“Sebagai tambahan untuk membangun kembali rumah warga yang hancur karena erupsi,” jelas Gatot kemarin (18/2).
Selain bahan bangunan, ada pula makanan berupa mi instan. Kemudian keperluan untuk ibu dan balita, selimut, handuk, keperluan mandi, dan obat-obatan. Menurut Gatot, tidak ada bantuan uang.
“Mereka (pengungsi) tidak butuh uang. Kalau ada uang pun di sana mau dibelikan apa? Jadi langsung kami belikan kebutuhan- kebutuhan mereka saja,” terang dia.
Gatot menyampaikan, bantuan-bantuan tersebut merupakan permintaan dari Pemkab Kediri. Sebelumnya, pihak Pemprov DIJ sudah melakukan kordinasi dengan Pemkab Kediri terkait kebutuhan yang diperlukan para pengungsi. “Jadi ini bukan mak bedunduk kami memberikan. Tapi sudah ada list apa saja yang dibutuhkan,” sambung Gatot.
Bantuan sendiri akan diberangkatkan pada pukul 06.00 dan diangkut dengan menggunakan kendaraan dari Korem 072 Pamungkas, Polda DIJ, dan pangkalan AL DIJ. “Kalau kami berangkatnya siang hari,” tambahnya.
Diperkirakan, Gubernur HB X beserta rombongan akan berada di Kediri hingga hari Kamis (20/2). Menurut Gatot, gubernur akan bertemu langsung dengan bupati Kediri untuk menyerahkan bantuan. “Mungkin nanti akan sharing tentang penanganan korban bencana. Karena DIJ juga pernah mengalami hal yang sama (erupsi Merapi),” kata dia.
Gatot yang juga ikut dalam kunjungan tersebut mengaku belum tahu apakah rombongan gubernur akan mengunjungi pengungsi atau tidak. Agenda di sana, lanjutnya, diserahkan pada Pemkab Kediri. “Kalau diajak (ke pengungsian) ya ayo. Namun, Kamis malam gubernur sudah harus pulang (ke Jogja) karena ada acara,” ujarnya. (hed)