Letusan Gunung Kelud pada Kamis malam (13/2) sekitar pukul 22.50 berdampak pada daerah yang terletak lebih dari 300 km di barat Kelud tersebut. Petani ikan menjerit. Sebab benih ikan yang mereka budidayakan mati semua karena air tercemar belerang.
ALI MUFID, Wates
DAMPAK abu vulkanik letusan Gunung Kelud di Jawa Timur hampir merambah semua sektor. Salah satu sektor yang terdampak yaitu perikanan. Di wilayah Kulonprogo, abu vulkanik ini menyebabkan matinya benih ikan. Seperti benih ikan gurameh dan benih ikan lele.
Abu vulkanik ini praktis membuat stok benih ikan terancam mandek dalam dua bulan ke depan. Kondisi ini terjadi pada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) di daerah Trunujoyo, Triharjo, Wates. Di sini ada sekitar 105 ribu benih ikan mati akibat abu vulkanik.
“Benih ikan mati rata-rata berukuran 4 sampai 7 cm,” kata Ketua Pokdakan Trunojoyo, Wagiran (18/2).
Benih ikan mati disebabkan kandungan abu vulkanik berupa belerang membuat benih ikan tidak dapat bertahan hidup. Meski telah dinyatakan banyak benih ikan lele dan gurameh yang mati, dia belum bisa mendata berapa kerugian yang dideritanya.
“Beruntung, untuk ikan yang siap konsumsi tidak ada masalah,” kata pria yang merupakan ketua Forum Silaturahmi Pokdakan (FSP) Kulonprogo ini.
Agar meminimalisir dampak abu vulkanik di kolam ikan, dia menginstruksikan seluruh anggota untuk melakukan kerja bakti membersihkan sisa abu vulkanik. Mekanismenya, secara perlahan air kolam diganti dengan yang baru, kemudian kolam dibersihkan dari abu vulkanik. Cara itu dilakukan agar tetap menjaga kesehatan ikan.
“Ikan yang besar kami selamatkan dulu. Penanganan itu dilakukan sesuai pengalaman erupsi Merapi 2010,” kata dia.
Adapun kondisi kolam ikan yang tercampur dengan abu vulkanik ini, setidaknya berpengaruh pada ketersediaan ikan yang selama ini didatangkan dari Jawa Timur dan Boyolali dalam dua sampai tiga bulan ke depan.
Abu vulkanik Gunung Kelud tak hanya mempengaruhi benih ikan, namun menyasar stok cacing sutra yang digunakan sebagai pakan ikan. Kondisi ini menuntut petani harus menyediakan alternatif pakan ikan.
Kabid Perikanan Budidaya, Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kulonprogo Eko Purwanto mengatakan dinas akan melakukan pendataan jumlah benih ikan yang mati. “Dari laporan sementara, banyak benih yang mati karena daya tahannya lemah,” kata Eko.(fid/iwa)