SISA hujan abu vulkanis pascaerupsi Gunung Kelud yang menyelimuti Jogjakarta tak menyurutnya niat pasangan Hank Haryanto dan Anna Widyatanti mengikat janji suci pernikahan. Meskipun harus mengubah konsep pernikahan yang rencananya digelar outdoor menjadi indoor. Namun tetap tak mengurangi esensi dari pernikahan pasangan yang mengusung tema romantis.Royal Ambarrukmo Jogjakarta menjadi saksi hidup pernikahan sepasang pengantin ini. Tepatnya pada 15 Februari 2014 lalu, pasangan Hank dan Anna mempercayakan tim hotel berbintang lima ini untuk menyelenggarakan acara pernikahannya. Mulai dari akad hingga resepsi.Pernikahan yang sudah terkonsep dengan indah dan cantik dengan nuansa garden untuk prosesi akad nikah dan poolside untuk resepsi, dalam waktu singkat dipindahkan ke Executive Lounge. Sedangkan untuk resepsinya berada di The Karaton Ballroom di lantai delapan. “Sisi romantis masih ditampilkan dengan sebagian besar dekorasi didominasi bunga merah, warna putih dan emas,” ujar Banquet Sales Royal Ambarrukmo Jogjakarta Enny Karmin.Acara resepsi dengan konsep sederhana namun terlihat megah memenuhi harapan kedua mempelai. Dominasi warna merah dan putih dari bunga-bunga yang masih segar, dibalut glamour-nya warna emas di seluruh ballroom. Dekorasi yang indah ini hasil karya Excelsior Decoration, sedangkan untuk acaranya sendiri mereka mempercayakan Tiara Enterprise Wedding Organizer by Mahkota EO untuk mengelolanya.Keduanya tak melepaskan senyum kebahagiaan sedikitpun dan membagikan kepada semua tamu undangan dengan membaur bersama. Suasana kebahagiaan menambah romantisme acara. Bukan hanya dari pasangan baru ini, namun dari seluruh undangan yang hadir. “Konsepnya memang pengantin tidak ingin duduk di pelaminan, tetapi mereka keliling dan berbagi kebahagiaan bersama para tamu yang hadir,” ujar Enny.Panggung pelaminan yang tetap berdiri, menjadi panggung hiburan bagi para tamu yang hadir. Musik-musik indah yang mengalun menambah kehangatan suasana romantis yang tercipta. Sembari bercengkrama, para tamu juga tampak menikmati sajian makanan yang tersaji dalam konsep stall. Suasana hangat dan romantis yang tercipta, melengkapi kebahagiaan kedua mempelai untuk memulai menapaki biduk rumah tangga yang langgeng. (dya/ila)