JOGJA-Wakil DIJ masih kesulitan di babak Grand Final Liga Mahasiswa (LIMA) basket musim 2013/2014. Setelah tim putri UAJY takluk dari Universitas Pelita Harapan (UPH), giliran tim putra dan putri UNY yang takluk.
Berlaga di hari kedua Grand Final LIMA di GOR UNY kemarin, tim UNY benar-benar tak berdaya di hadapan tim cowok UPH. Sejak kuarter pertama tim asuhan Budi Ariyanto tersebut tidak mampu mengembangkan permainan.
Hal itu terbukti dari pencapaian mereka yang hanya membukukan kurang dari sepuluh angka. Di kuarter pertama tim putra UNY hanya bisa mencetak dua dan tertinggal jauh 2-18.
Memasuki kuarter kedua, UNY mencoba bermain lebih terbuka. Dilihat dari sisi offense UNY mengalami perbaikan dengan mencetak delapan angka. Tapi defense mereka hancur lebuh hingga kemasukan 21 angka. Hasilnya paro pertama pertandingan berakir dengan 39-10 untuk keunggulan UPH.
Di kuarter ketiga, UNY berhasil membuat 14 angka. Namun ironis, serangan yang dilancarkan anak-anak UPH makin dahsyat sehingga selisih skor semakin jauh, 24-67.Pada kuarter empat, UPH semakin tak terbendung. Hal ini membuat anak-anak UPH mampu menutup pertandingan kemenangan dengan skor telak 84-29.
Kekalahan tim putra UNY sendiri terasa makin pahit karena sebelumnya tim putri mereka sudah kalah lebih dulu. Berhadapan dengan tim putri Universitas Airlangga (Unair) pada Senin malam, cewek-cewek UNY takluk 31-59. Padahal pada kuarter pertama UNY sempat unggul.
Pelatih UNY Budi Ariyanto mengatakan permainan timnya tidak jelek. Hanya saja, kualitas lawan memang berada di atas timnya.tim putra UPH meruakan salah satu tim elit di tingkat nasional. “Ya semoga saja di sisa pertandingan anak-anak bisa main lebih baik,” ungkapnya.
Di GOR AAU, tim Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo berhasil memenangi laga kontra Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung 63-30. (nes/din)