WATES – Aksi pencurian tidak mengenal lokasi sasarannya. Ruang Bagian Hukum Sekretariat Daerah (Setda) di kompleks Pemkab Kulonprogo pun dibobol maling (19/2). Pelaku yang diduga masuk melalui jendela itu menggasak uang Rp 35 juta.
Kejadian itu kali pertama diketahui salah seorang pegawai bernama Muhadi. Saat itu, pukul 06.55 saat dia hendak masuk kerja. Namun ketika Muhadi masuk ruangan tersebut, melihat kondisinya berantakan. Kemudian, Muhadi mengecek setiap sudut ruangan, didapati jendela dalam kondisi rusak. Ada bekas congkelan.
“Jendela ada yang rusak, ada bekas congkelan dan beberapa laci meja kerja karyawan dirusak,” kata Muhadi. Dia lalu melaporkannya ke sekda yang kemudian diteruskan ke kepolisian.
Kabag Hukum Setda Kulonprogo Iffah Mufidati menerangkan bahwa setelah polisi melakukan identifikasi di lokasi kejadian, ada uang kantor, dinas, pribadi yang hilang. Selain uang, beberapa barang inventaris juga hilang.
“Kami sudah mendapat keterangan dari polisi mengenai apa saja yang hilang,” kata Iffah.
Setelah mendapat laporan dari Bagian Hukum Setda Kulonprogo, petugas Polsek Wates dan Polres Kulonprogo langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas unit Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) Polres Kulonprogo juga dilibatkan untuk mencari sidik jari pelaku.
Kanit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) II Polres Kulonprogo, Ipda Arif Subakdo menjelaskan, pencurian diduga dilakukan dinihari. Kerugian materi sekitar Rp 35 juta. “Selain itu, satu laptop juga ikut dibawa pelaku,” ujarnya.
Arif mengatakan sebelum menggasak barang berharga di ruang itu, pelaku mencongkel jendela. Hal itu diketahui setelah petugas mengidentifikasi adanya kerusakan di jendela kantor. Setelah itu, pelaku masuk untuk mengambil barang-barang yang ada di dalamnya.
Aksi pencurian yang menyasar ke kantor pemerintahan bukan kali pertama ini terjadi. Kompleks Pemkab Kulonprogo dalam dua tahun terakhir telah terjadi aksi pencurian sebanyak tiga kali. Sedangkan untuk Ruang Bagian Hukum sudah keempat kalinya.
Satpol PP telah menempatkan dua petugas di pos bagian depan. Selain itu juga rutin melakukan patroli periodik agar tetap menjaga keamanan kompleks Pemkab Kulonprogo.
“Meski patroli rutin, kami juga tidak bisa setiap saat mengetahui semuanya,” kata Kepala Satpol PP Kulonprogo Duana Heru.
Langkah yang mungkin bisa efisien untuk meminimalisir tindak kejahatan, jangan meninggalkan barang berharga yang mudah dibawa di dalam kantor. Selain itu setiap kantor diberi pengamanan tambahan misalnya lampu yang terang dan teralis jendela.
“Perlu untuk mengintensifkan pengamanan kantor pemerintah melalui pegawai honorer, sementara Satpol PP melakukan pengontrolan,” kata dia.
Satpol PP yang standby di komplek Pemkab Kulonprogo berjumlah 63 personel yang secara bergantian menjaga lima pos. Sedangkan untuk penambahan pos pengamanan, harus disertai dengan penambahan personel jaga. (fid/iwa)