JOGJA – Tersangka kasus dugaan korupsi hibah Persiba bantul Edy Bowo Nurcahyo (EBN) menjalani pemeriksaan kali kelima di Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIJ kemarin (19/2). Dalam pemeriksaan tersebut, dia ditanya seputar mekanisme pengawasan penggunaan hibah dan laporan pertanggung jawaban (LPJ) dana hibah Persiba senilai Rp 12,5 miliar pada 2011 lalu.
Sebab, pos anggaran hibah APBD Bantul 2011 itu berada di Kantor Pemuda dan Olahraga Bantul yang kala itu dipimpin Bowo. “Tersangka EBN ditanya seputar mekanisme LPJ hibah Persiba,” kata Kasi Penkum Kejati DIJ Purwanta Sudarmaji kemarin (19/2).
Setelah memeriksa Bowo, rencananya hari ini (20/2) penyidik kembali memeriksa tersangka HM Idham Samawi (IS). Pemeriksaan terhadap suami Bupati Bantul Sri Suryawidati ini merupakan kali kelima.
“Besok (hari ini) tersangka IS akan diperiksa kali kelima,” tambah Purwanta.
Penasihat Hukum Edy Bowo Nurcahyo, Bimas Aryanta SH, mengatakan pertanyaan yang diajukan penyidik kepada kliennya ada 74 item. Di antaranya, seputar mekanisme seleksi usulan proposal hibah yang diajukan KONI Bantul pada 2011 yang kala itu dipimpin Idham Samawi.
“Semua pertanyaan dijawab dengan lancar. Termasuk mekanisme usulan hibah,” kata Bimas kemarin.
Pemeriksaan Bowo dimulai pukul 09.30 dan berakhir pukul 16.00. Bimas menjelaskan, pihaknya belum mengetahui kapan pemeriksaan dilanjutkan. “Pemeriksaan lanjutan, kami menunggu surat panggilan penyidik,” terang Bimas. (mar/amd)