JOGJA – Dunia pariwisata di Kota Jogja belum mengeliat lagi. Enam hari pascaletusan Gunung Kelud yang membawa hujan abu vulkanis masih memberi dampak terhadap sektor pariwisata.
Hal itu terlihat dari pantauan Radar Jogja Rabu pagi hingga siang (19/2). Sejumlah objek wisata di Kota Jogja tampak sepi pengunjung. Misalnya, kompleks Keraton Jogja, Alun-Alun Selatan, kawasan Malioboro, Benteng Vredeburg, dan Taman Pintar.
Abu yang masih sering beterbangan dinilai menjadi salah satu penyebab minimnya wisatawan yang datang ke Jogja. Sebab, abu vulkanis dapat membahayakan kesehatan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Jogja Eko Suryo Maharsono mengakui denyut pariwisata masih lesu. Menurutnya, kondisi ini juga tidak lepas dari tidak beroperasi Bandara Internasional Adisutjipto selama lima hari lalu.
Dia optimistis pembukaan kembali Bandara Adisutjipto dapat membuat jumlah wisatawan meningkat. “Dipastikan Minggu 23 Februari wisata di Kota Jogja sudah pulih benar dan kembali bergairah. Sudah banyak pesan dan konfirmasi masuk kepada kami bertanya situasi terakhir di Kota Jogja,” kata Eko kemarin.
Eko mengatakan, pascaletusan Gunung Kelud jumlah wisatawan yang datang ke Jogja turun cukup tajam. Penurunan hingga 70 persen.
Disinggung program khusus untuk menggaet wisatawan pascaletusan Gunung Kelud, Eko menyatakan siap berusaha membuat program menarik bersama jajarannya. “Yakin Jogja masih menjadi rujukan objek wisata yang perlu dikunjungi. Mengingat sebagai kota budaya, pelajar, dan wisata tentu nilai lebih dengan adanya wisata belanja seperti Malioboro dan XT Square,” terangnya. (hrp/amd)