JOGJA – Jadwal kampanye terbuka Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 dimulai 16 Maret mendatang. Tapi, sampai kemarin (19/2), belum ada partai politik (parpol) di Kota Jogja yang menyerahkan laporan awal terkait dana kampanye.Padahal sesuai Undang-Undang Pemilu dinyatakan parpol yang tak menyerahkan dana kampanye terancam gugur. KPU berhak untuk menganulir kepesertaan mereka dalam Pemilu 2014. “Sampai sekarang memang belum ada (penyerahan laporan dana kampanye). Kami berikan tenggang waktu sampai 2 Maret 2014,” tandas Ketua KPU Kota Jogja Wawan Budianto.Ia menuturkan, laporan dana kampanye ini juga berisikan laporan sumbangan kampanye. Kedua laporan itu harus masuk dalam rekening khusus milik partai politik. “Semuanya masuk di satu rekening,” tuturnya.Wawan menyatakan, patpol wajib menyerahkan laporan dana itu. KPU memberikan toleransi penyerahan sampai pukul 18.00 pada 2 Maret.KPU lantas segera menindaklanjuti dengan menggelar rapat pleno bersama parpol, Panwaslu, dan pihak terkait. “Rapat ini untuk memutuskan apabila ada partai politik tidak menyerahkan laporan awal dana kampanye,” katanya.Ia menambahkan, ancaman gugur bagi parpol sebagai peserta pemilu yang tak menyerahkan laporan dana kampanye ini hanya berlaku di daerah setempat. Misalnya, parpol di Kota Jogja yang tak menyerahkan laporan dana kampanye maka kepesertaannya hanya gugur di Kota Jogja. “Daerah lain di mana parpol menyerahkan laporan, parpol itu tetap bisa mengikuti kampanye,” lanjutnya.Laporan penyerahan dana kampanye ini merupakan rangkaian sebelum parpol mengikuti kampanye terbuka. Artinya, parpol yang menyerahkan dana kampanye juga akan diverifikasi dengan bentuk kampanye. “Tentu akan ada verifikasi. Kalau kampanyenya tidak sesuai, misalnya jauh lebih besar dananya dari laporan, bisa jadi catatan kami,” tambahnya.Wawan menegaskan KPU bekerja sama dengan akuntan publik. Ini untuk mengecek kebenaran laporan tersebut.Jadi, ujarnya, diharapkan laporan awal sumbangan kampanye pada 2013 tidak terulang. Pparpol tak bisa asal-asalan menyerahkan laporan hanya sekadar untuk memenuhi syarat agar tak gugur sebefai peserta pemilu.Sedangkan dari jadwal kampanye terbuka, Wawan memastikan, sebelum 2 Maret jadwal kampanye rapat terbuka ditetapkan. Kampanye rapat terbuka dijadwalkan berlangsung selama 21 hari mulai 16 Maret hingga 5 April.Komisioner KPU DIJ Faried Bambang Siswantoro menjelaskan, jadwal kampanye terbuka akan disusun sesuai arahan KPU Pusat. Ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya pertemuan dua pendukung parpol yang bisa memicu terjadi konflik horizontal. “KPU sudah pasti akan mengantisipasi adanya konflik antarpendukung. Makanya, dalam penyusunan ini semua parpol dan kepolisian akan kami libatkan,” imbuh Faried. (eri/amd)