Honda tak ingin menjadi penguasa kelas high end saja. Apalagi ceruk pasar hanya 25 persen dari total pasar mobil di Indonesia. Kini, mereka mencoba masuk kelas low multi purpose vehicle (LMPV) yang notabene menguasai 75 pasar mobil. Mereka membidik segmen konsumen yang ingin mobil pertamanya bermerek Honda.
Frietqi Suryawan, Magelang
Saat koran ini diajak melakukan test drive Mobilio, langsung saja mengiyakan. Apalagi yang dicoba, tidak hanya satu tipe. Tetapi tiga sekaligus, yakni tipe E manual, E CVT, maupun Prestige.
Selama dua hari mengendarai Honda Mobilio, jalanan seputar Kaliurang dan Prambanan Sleman, hingga Candi Borobudur di Kabupaten Magelang dibabat habis.
Menurut koran ini, kabin mobil ini cukup luas dan dipastikan penumpang dimanjakan. Ruang kaki, ruang kepala, dan pandangan yang luas memberikan kenyamanan penumpang. Ditambah AC double blower dan fasilitas kemudahan lain. Seperti “One Touch Tumble” untuk berpindah ke bangku baris ketiga.
Saat perpindahan gigi, terasa halus. Mesin Continuous Variable Transmission (CVT) yang diproduksi di Indonesia memungkinkan perpindahan gigi lebih halus dan irit bahan bakar. Apalagi pada panel tiga display meter terdapat fitur ECO Indicator yang hidup, menandakan gaya mengemudi sesuai orientasi irit bahan bakar dan ramah lingkungan.
“Saat menggunakan tipe prestige, yang nota bene automatic, perpindahan transmisi tetap halus, walaupun mobil harus bermanuver melewati kelokan dan tanjakan,” ungkap salah satu peserta tes drive, Agung PW, dari media yang terbit di Semarang.
Soal suspensi, saat melewati berbagai kondisi jalan yang rusak atau berliku, cukup stabil dan nyaman. Mesin i-VTEC SOHC 1,5L, 16 valve yang mampu menghasilkan tenaga 118 PS pada putaran mesin 6.600 rpm cukup responsif dan bertenaga saat harus “tarik-tarikan”.
Bagian bagasi, ada ruang yang cukup menampung tiga koper besar yang biasa digunakan keluarga saat pergi berlibur.
Kelemahan yang dirasa koran ini, pada jok yang tidak begitu tebal dan berkesan “memeluk”. Juga adanya dashboard yang sederhana, sehingga kurang menunjukkan kelas “Honda”.
“Ya, mungkin ini bisa disiasati dengan melakukan tata ulang interior ke tempat variasi. Yang penting mesin, ruangan, maupun suspensi oke,” kata Agung PW yang jadi partner koran ini dalam tes drive.
Kepada rombongan wartawan yang ikut test drive, Marketing and After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor (HPM), Jonfis Fandy mengatakan, Honda Mobilio yang pertama dikenalkan saat IMS (Indonesia Motor Show) 2014 mendapat perhatian konsumen.
“Sebelum meluncurkan Mobilio, terlebih dulu dilakukan riset perilaku konsumen pada LMPV dan mobil serbaguna,” tegas Jonfis, baru-baru ini.
Ditambahkan Jonfis, dibandingkan tiga mobil sejenis yang ada di pasaran, Honda mengklaim Mobilio memiliki empat fitur. Yakni, kabin luas dan fkleksibel, peforma mesin tinggi tapi irit, ground clearance tinggi tapi stabil, dan kelengkapan fitur keamanan.
“Semua merek sudah masuk pasar ini (MPV). Kami tawarkan sesuatu yang tidak sama dengan kompetitor,” imbuh Jonfis.
Mobilio memiliki ground clearance setinggi 189 milimeter.
“Tinggi 189 milimeter, sesuai riset kami sudah mampu membuat kendaraan nyaman dan aman melewati berbagai jalan di Indonesia,” tegas Assistant Public Relation PT HPM, Yulian Arfili.
Mobilio ditawarkan dengan harga terjangkau. Antara Rp 159 juta hingga Rp 198 juta, serta paket perawatan yang murah.
“Hingga akhir Januari lalu, wilayah Jateng-DIJ sudah inden 1.090. Untuk tingkat nasional diangka 10.500. Paling banyak dari Semarang dan Jogja. Kebanyakan yang bukan matik,” kata Director PT Mandalatama Armada Motor Honda Semarang, Sumantri.
Ditambahkan Presdir Honda Anugerah Sejahtera Jogja, Rudi Handoko, saat ini lebih siap dalam layanan purnajual dengan hadirnya diler baru di Jalan Jogja-Magelang, Mlati, Sleman. Di mana, layanan 3 S, sale, servis, dan spare part tersedia di diler yang memiliki ruang pamer 500 meter persegi dan tempat servis 1.550 meter persegi.(*/hes)