BANTUL – Hujan abu vulkanis Gunung Kelud pada Jumat (14/2) lalu menyebabkan banyak warga yang mengalami iritasi mata. Karena itu, Palang Merah Indonesia (PMI) Bantul dalam tiga hari ke depan berencana menggelar tetes mata massal di sejumlah SD dan TK di Kecamatan Pajangan. “Paling tidak ini dapat mengurangi risiko iritasi mata,” terang Staf Penanggulangan Bencana PMI Bantul Setyo kemarin (19/2).
Selain tetes mata, PMI juga bakal memberikan masker gratis. Pertimbangannya, hingga saat ini dampak hujan abu vulkanis masih terasa. Banyak debu vulkanis beterbangan. “Kegiatan ini akan terus digulirkan selama masa tanggap darurat masih berlangsung,” ujarnya.
Menurut dia, kegiatan ini sengaja menyasar ke sejumlah SD dan TK di Kecamatan Pajangan. Alasannya, akses kecamatan ini cukup sulit. Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dewanto menegaskan, selama masa tanggap darurat BPBD fokus membersihkan debu vulkanis di SD maupun TK. Selain itu, BPBD dalam waktu dekat ini berencana membeli peralatan pompa air. Nantinya, peralatan itu akan diberikan kepada setiap kecamatan. “Ada anggaran Rp 300 juta yang kami sediakan,” sebutnya.
Dewanto mengatakan, hingga kini BPBD masih menginventarisasi total kerugian materi akibat hujan abu vulkanis Gunung Kelud. Pendataan meliputi sejumlah bidang. Antara lain kerusakan sarana infrastruktur, lahan pertanian, hingga perikanan. “Untuk kegiatan bersih-bersih sudah menelan anggaran Rp 20 juta,”jelasnya.(zam/din)