JOGJA – Hujan abu vulkanis dari letusan Gunung Kelud Jumat (14/2) tak hanya dirasakan masyarakat Jogjakarta. Satwa yang ada di Gembira Loka (GL) Zoo pun turut terkena abu.
Tapi, hujan abu tersebut tak sampai menyebabkan dampak buruk terhadap koleksi satwa di lembaga yang berlokasi di eks-situ tersebut.
“Kondisi seluruh satwa koleksi GL Zoo dalam keadaan sehat,” tegas Manajer Marketing GL Zoo Josep Kurniawan kemarin (19/2).
Menurutnya, tak ada satwa yang kesehatannya terganggu akibat guyuran abu vulkanis tersebut. “Kalau sampai sekarang tidak ada yang jatuh sakit atau mati karena abu vulkanis,” tutur Wawan, panggilan Josep Kurniawan.
Hanya, kata dia, dampak dari abu vulkanis tersebut bisa saja baru terasa beberapa tahun ke depan. Tapi, dia juga tidak dapat memastikan hal tersebut.
Rencananya manajemen GL Zoo akan melakukan rekam medis terhadap satwa. Ini untuk mengetahui kondisi setiap satwa.
“Kami ada buku induk soal kondisi satwa. Buku tersebut selalu mencatat kondisi terkini satwa. Termasuk setelah adanya abu vulkanis yang menyelimuti semua permukaan di sini,” imbuhnya.
Khusus untuk memeriksa kondisi satwa, Wawan menyatakan, ada tim dokter khusus dari GL Zoo yang diterjunkan. Tim dokter itu bertugas mengecek secara detail kondisi seluruh satwa di kebun binatang itu.
“Sekarang sudah mulai (pengecekkan kesehatan satwa),” tambahnya.
Kesehatan satwa memang menjadi prioritas manajemen GL Zoo. Sejak terjadi hujan abu vulkanis, manajemen langsung membersihkan abu dari kandang-kandang satwa. Saat hujan abu itu terjadi seluruh satwa berada di dalam kandang.
“Hanya gajah yang terpapar langsung abu vulkanis. Ini karena kandangnya tidak tertutup rapat. Hanya ada atapnya. Tapi (Jumat) paginya itu langsung kami bersihkan abu vulkanis yang menempel di tubuhnya,” terangnya.
Ia menambahkan, guyuran abu vulkanis memang memiliki potensi ancaman terhadap kesehatan satwa koleksi GL Zoo. Apalagi, abu tersebut mengandung silika dan zat berbahaya lain yang bisa merusak saluran pernapasan.
“Karena langsung ke pernapasan, kami cermati betul,” katanya.
Sampai kemarin proses pemeriksaan dan pembersihan abu vulkanis di GL Zoo terus berlangsung. Selain mengandalkan karyawan GL Zoo, proses pembersihan juga dibantu petugas dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIJ.
“Kami membantu sampai bersih. Ini agar satwa-satwa dan tumbuhan bisa selamat,” tutur Kepala BKSDA DIJ Amy Nurwati. (eri/amd)