• Performa Buruk, Persiba Dipermak 0-4
SURABAYA-Akankah Persiba Bantul hanya sekadar numpang lewat di Kompetisi Indonesian Super League (ISL)? Kita tunggu. Hasil laga kontra PSM Makassar di Surabaya kemarin menjadi catatannya. Usai kalahdi kandang sendiri kontra Persiram Raja Ampat awal Februari lalu, Wahyu Tri Nugroho (WTN) dkk babak belur dihajar Juju Eja-julukan PSM di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya 0-4.
Konsentrasi Persiba sudah limbung sejak awal laga. Pertandingan baru berjalan 10 menit, legiun asing PSM asal Australia Michael Baird sudah menggetarkan jala The Reds. Skor ini bertahan hingga babak pertama berakhir.
Alih-alih bangkit, babak kedua Persiba justru semakin babak belur. Masuknya Andi Oddang menggantikan Mario Costas membuat permainan PSM semakin menggila. Bahkan di menit ke- 51 dia menjebol gawang Wahyu Tri Nugroho. Di menit 64 giliran Rasyid A. Bakir yang memaksa WTN memungut bola dari jala gawangnya, dan Baird menggenapkan kemenangan 4-0 pada injury time babak kedua.
Kekalahan ini menempatkan Persiba di posisi juru kunci Wilayah Timur. Dari tiga laga yang sudah dilakoni, The Reds baru mengoleksi satu poin.
Pelatih Persiba Sajuri berkilah kalau kekalahan timnya lebih disebabkan terlalu banyak anak asuhnya yang kurang fit. Bahkan di lini belakang mereka tak diperkuat Eduardo Bizarro yang terserang flu dan diare.
Sajri berharap di laga Sabtu (22/2) kontra Persebaya Surabaya para pemainnya berangsur membaik. “Tapi di satu sisi saya akui PSM memang unggul segala-galanya atas kami. Mudah-mudahan saat menghadapi Persebaya penampilan kami bisa lebih baik seiring memulihnya beberapa penggaw,” harapnya.
Manajemen Persiba memita maaf kepada seluruh masyarakat Bantul. Wakil Manajer Bagus Nur Edy Wijaya berharap dukungan warga Bantul pada The Reds tak surut hanya karena start buruk di awal musim.
Pelatih PSM Rudy W Keltjes sangat puas dengan performa Juku Eja. Menurutnya, performa anak asuhnya memuaskan dan sama sekali tidak memberikan kesempatan Persiba mengembangkan permainan. (nes/din)