Jalang Lingkar Utara Perlu Segera Diperbaiki
PURWOREJO – Kerusakan Jalan Lingkar (Ringroad) Utara, tepatnya di Kelurahan Sucen Jurutengah, Kecamatan Purworejo mendesak segera diperbaiki. Di tempat itu, terlalu sering memakan korban. Terakhir, Truk Fuso dengan nomor polisi AA 1994 GB, roda bagian belakang terperosok ke lubang jalan, Rabu (19/2) dinihari pukul 00.00.
Truk bermuatan kertas seberat 24 ton itu harus menginap di Ringroad Utara Purworejo. Lantaran sulitnya proses evakuasi, akibat jalan yang rusak parah. Tidak hanya itu, posisi truk yang nyaris melintang dan memakan hampir separuh badan jalan, juga menganggu arus lalu lintas. Kini, jalan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.
Pengemudi truk, Suri, 40, warga Megelang mengatakan, ia bertolak dari Magelang mengantar kertas ke Jakarta. Truk tidak bisa melanjutkan perjalanan, lantaran as roda belakang patah. Setelah terperosok di dalam lubang.
“Saya berupaya memilih jalan yang tidak rusak. Bahkan, harus mengambil lajur kanan, karena lajur kiri yang semestinya saya lewati lubangnya merata tidak bisa dihindari. Tiba-tiba, roda menginjak jalan yang labil. Roda amblas masuk ke lubang dan as rodanya patah,” paparnya, kemarin (19/2).
Suri memilih cara manual dengan mendongkrak as roda belakang dan menguruk lubang terlebih dahulu pada proses evakuasi. Ia mengaku tidak mau meminta bantuan truk lain dengan cara menariknya, karena resiko truk terguling sangat besar.
“Lubangnya cukup dalam. Saya khawatir kalau ditarik truk yang posisinya sudah miring terguling. Jadi lebih baik didongkrak dan menguruk lubang agar ban bisa kembali menapak jalan untuk digerakkan,” ungkapnya.
Sebelumnya, truk pengangkut limbah batu bara bernomor polisi B 91 71 PFU juga terperosok di rusa jalan yang sama. Beruntung truk nahas ini segera dievakuasi. Truk itu berangkat dari Cilacap menuju Jepara, mengangkut limbah batu bara seberat 17 ton sebagai bahan campuran pembuatan semen.
Misdi, 36, warga Sucen mengatakan, kerusakan jalan di Ringroad Utara, Kelurahan Sucen berlangsung lama. Hingga kini, terkesan dibiarkan dan belum ada upaya perbaikan oleh pemerintah. Kondisi semakin parah, setelah memasuki musim penghujan. Ditambah banyaknya kendaraan bertonase tinggi yang setiap hari melintasi jalan tersebut.
“Sebelumnya truk besar masih bisa melintas, namun harus zig zag menghindari lubang di lajur kanan dan kiri jalan. Musim hujan membuat lubang jalan dipenuhi genangan air, sehingga aspal mudah terkelupas. Warga berharap kerusakan jalan segera diperbaiki,” katanya.(tom/hes)