UBAH KONSEP: Malam pensi yang harusnya dihadiri White Shoes and Couple Company dibatalkan, diganti malam amal bersama Jikustik.
HARI Sabtu (15/2) tepatnya pukul 04.00 pagi, para musisi White Shoes & The Couples Company (WSATCC) tiba di bandara Soekarno Hatta Jakarta dan siap berangkat menuju Jogjakarta. Karena hari itu mereka harus manggung di acara Pensi SMAN 1 Depok, ENSYCLOMORDIA#1.
Tapi, setibanya di bandara mereka dapat infor penerbangan menuju Jogja dibatalkan, sebab bandara Adisutjipto Jogja masih berselimut abu akibat meletusnya Gunung Kelud.
Pagi itu teman-teman SMAN 1 Depok Sleman dapat kabar itu dan kaget. “Bandara tutup sudah kita tahu sejak Jumat. Tapi kami masih berharap Sabtu keadaan sudah membaik,” ujar Dwikiandika sang ketua panitia penuh harap.
Setelah berunding akhirnya melalui website White Shoes & The Couples Company menyampaikan permintaan maaf kepada penggemar dan panitia. Panitia pun memaklumi keadaan ini.
Namun The Symphony of Education hari Sabtu (15/2) di Concert Hall Taman Budaya tetap harus jalan. “Show harus jalan!” ujar R Dwikiandika RP kepada teman setimnya. Semangat itupun menular, mereka lantas bergerak menyelesaikan segala kebutuhan. Dengan cepat mereka mengontak Jikustik dan disepakati pentas seni ultah sekolah itu dikemas dengan tajuk Konser Amal untuk korban Gunung Kelud.
Kerja keras panitia patut diacungi jempol. Mereka enggak cuma berhenti pada pengisi acara. Semua tim juga sibuk membersihkan gedung yang sat itu penuh abu vulkanik. “Tiada patah semangat, kami datang ke gedung langsung lakukan bersih-bersih missal,” kenang Anastasya Nour Arsanty salah satu panitia.
Pukul 18.00 penonton mulai masuk gedung pensi. Senyum panitia pun menggembang. Kerja keras mereka pun terbayar. “Ada hikmah di balik musibah, ada pelajaran yang dipetik juga dari penyelenggarakan pensi ini,” imbuh Anastasya. (rin/man)