MUNGKID– Hujan abu vulkanis Gunung Kelud yang mengguyur Kabupaten Magelang tak hanya menggangu aktivitas masyarakat. Imbas lain juga merembet pada perbaikan sabo dam oprit di perbatasan Kecamatan Mungkid dan Muntilan yang retak beberapa waktu lalu.Hingga kini, rencana pembukaan kembali sabo dam oprit belum bisa dilakukan.Humas Satuan Non Vertikal (SNVT) Balai Besar Wilayah Sungai Serayu dan Opak (BBWSSO), Aris Dyan mengatakan, proses perbaikan sabo dam oprit terkendala hujan abu vulkanis dari Gunung Kelud yang turun di Kabupaten Magelang. Karenanya, pekerjaan perbaikan sedikit mundur dari yang direncanakan.”Kami masih berkoordinasi dengan Polres setempat untuk portal yang difungsikan membatasi truk bertonase lebih yang melintas. Rencananya, pekan ini akan dibuka,” kata Aris, kemarin (24/2).Di lokasi sabo dam oprit, terlihat sejumlah pekerja tengah memperbaiki posisi sabo dam yang yang mengalami keretakan. Beberapa di antara mereka sedang mengecat bagian sabo dam.Sementara itu, di dua pintu masuk akses sabo dam diberi portal dan batas tonase seberat enam ton. Sabo dam oprit Srowol yang baru beroperasi 1,5 bulan retak di dua titik bagian sambungan. Retaknya sabo dam pengendali lahar dingin Merapi yang nilai proyeknya menelan anggaran Rp 13,8 miliar dari dana APBN tersebut membuat akses kendaraan ditutup sejak Jumat (7/2) malam. Ini berlangsung dua pekan hingga sekarang.Menurut Aris, retaknya sabo dam karena kerap dilintasi truk material setiap hari. Akibatnya, di sisi sambungan jembatan terjadi keretakan sepanjang enam meter dengan lebar 0,5 sentimeter. Dari bawah sabo dam, juga ada keretakan sepanjang 1,5 hingga dua meter.Masyarakat yang tinggal di dekat sabo dam oprit Srowol berharap, akses jembatan segera dibuka bagi kendaraan umum. Pascapenutupan sabo dam, banyak masyarakat dan pengendara motor harus memutar 15 kilometer melalui jalur utama Magelang-Jogjakarta.”Akses ini sangat vital, terutama jalur wisata, ekonomi, dan pendidikan,” kata Kepala Desa Adikarto, Kecamatan Muntilan, Edi Nurhasan.Sabo dam juga berfungsi sebagai jembatan antara Desa Progowati, Kecamatan Mungkid dan Adikarto, Kecamatan Muntilan. Selain berfungsi sebagai akses penduduk, jembatan oprit juga sebagai jalur pintas menuju pusat pemerintahan di Mungkid dan sejumlah objek wisata. Seperti Candi Mendut, wisata religi, dan Candi Borobudur.”Kami berharap secepatnya segera dibuka,” kata Edi.(ady/hes)