Keragaman budaya menjadi sumber yang seolah tidak pernah habis menginspirasi para desainer dalam berbagai karyanya. Terlihat pada kegiatan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) 2014 belum lama ini. Tiga desainer muda yang tergabung dalam Klamb? Management Artist meramaikan even tahunan itu dengan fashion show bertajuk Menyang Ketandan. Masing-masing desainer menampilkan karya yang benar-benar berbeda. Dimana karya yang ditampilkan merupakan hasil interpretasi akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa. “Menyang Ketandan ingin menginspirasi anak muda bahwa pakaian berbahan kain tradisional juga tetap modis dikenakan pada masa kini,” ujar General Manager Klamb? Management Artist Fauzan Armando baru-baru ini. Tiga desainer muda yakni Brilliant Hidayah atau Liant Klamb?, Ayu Ghia Sugandhi atau Ayu Klamb?. Serta desainer Dani Wilastri atau Dani Klamb?, mereka menampilkankan koleksinya yang kental nuansa Tiongkok namun juga kaya aplikasi lokal. Liant Klamb? menampilkan siluet kebaya modern yang dipadukan dengan kain tenun, dress yang mengambil detail bagian depan kebaya peranakan dengan aplikasi brokat. Gaya rancangan kekinian dengan potongan asimetris mendominasi rancangan dress pendeknya. “Koleksi busana casual Liant Klamb? ini mengurai semangat anak muda yang dinamis dan tak melupakan budayanya meskipun hidup di zaman serba canggih,” ujar Fauzan. Sesi selanjutnya, Ayu Klamb? menampilkan koleksi yang terinspirasi dari akulturasi budaya Tionghoa dan pesisiran. Akulturasi tersebut dia angkat melalui kain batik motif mega mendung dan jarik gendong. Dimana kedua kain ini memiliki sejarah akulturasi antara dua budaya tersebut yang akhirnya menghadilkan ciri khas yang kuat. “Mungkin belum banyak yang tahu kalau motif mega mendung itu merupakan akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa khususnya pesisiran Cirebon,” timpal Ayu. Dominan warna merah dan emas menghias koleksi tanpa lengan berupa atasan dan dress. Kerah Shanghai dan siluet naga menjadi aksen yang menonjol dalam karya ini. Di sesi terakhir, Dani Klamb? menutup dengan koleksi busana muslim yang juga kental nuansa Tiongkok, terutama dari segi warna. Detail seperti kerah dan bagian dada yang mengadaptasi baju Cheongsam. Busana muslim ini tampak anggun sekaligus elegan dengan warna emas yang dimunculkan. (dya/ila)