SLEMAN– Meskipun sudah tampak bersih, abu vulkanis Gunung Kelud yang ada di jalanan di wilayah DIJ diperkirakan masih ada hingga dua bulan ke depan. Karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan dampak negatif abu bagi kesehatan. Tak terkecuali jika abu mengenai mata, sebab bisa mengakibatkan perih dan radang.
Di sisi lain, Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Sleman Novita Krisnaini mengimbau warga berhati-hati mengonsumsi air sumur, yang saat terhadi hujan abu pada Jumat (14/2) dalam kondisi terbuka. Sejumlah penyakit mengancam pengonsumsi air yang mengandung unsur dalam abu vulkanis. Di antaranya infeksi saluran pernapasan (ISPA) dan diare.
Menurut Novita, ada tren kenaikan penyakit tersebut selama periode 14-21 Pebruari. Antara lain ISPA 945 kasus, peneumonia 7 , asma 91, bronchitis 92, varingitis 520, konjungsivitis 104, diare 192, dan dermatitis 180. “Untuk mencegah, ya, mengurangi aktivitas di luar rumah. Dan selalu memakai masker,” imbaunya.
Untuk mencegah penyakit, Novita meminta warga yang memiliki sumur segera menguras airnya. Atau mencampurkan cairan penjernih atau tawas ke dalam sumur. Untuk hal itu, dinas memberikan tawas dan polyalumunium chloride (PAC) ke puskesmas, untuk disebar ke sumur-sumur warga.
Novita mengatakan, saat ini dinas masih menguji air dari 25 sumur terbuka, yang diduga terkontaminasi abu vulkanis. Pengujian laboratorium untuk mengetahui kandungan kimia air dan potensi dampak penyakit yang bisa ditimbulkan. (yog/din)