PURWOREJO – Dias Ardiansyah, 15, buah hati pasangan Rizal, 44, dan Waliyatun, 44, warga RT 01/ RW 02, Kelurahan Pangen Jurutengah Kecamatan Purworejo dijemput ajal setelah terseret arus Sungai Bogowonto. Ia ditemukan tidak bernyawa, 500 meter utara Bendung Boro, Minggu (23/2) siang.Dias ber tercatat sebagai siswa kelas VIII SMPN 31 Purworejo. Kabar terakhir, ia tenggelam saat mandi di Sungai Bogowonto di Dusun Tilompo, Kelurahan Kedungsari.Awalnya, korban bermain di tepi sungai bersama empat orang temannya. Yaitu, Fendi Dwi P, 11; Mutazaki, 8; Amat Setyawan Aji, 11, dan Yoga, 14. Berniat main dan mencuci sepeda, mereka berlima berangkat ke Sungai Bogowonto pukul 12.30. “Kami awalnya hanya bermain di tepi kali, sembari mencuci sepeda,” ungkap Fendi, rekan korban.Usai mencuci sepeda, mereka melanjutkan mandi di pinggiran sungai. “Hanya di pinggir, tidak ke tengah karena aliran sungai sangat deras. Saat itu Dias terlalu ke tengah. Sekitar dua meter, ia tenggelam dan terseret arus. Dias sempat teriak minta tolong. Kami tidak bisa berbuat banyak karena takut ikut tenggelam,” ungkapnya polos.Kabar musibah yang menimpa Dias cepat menyebar Dusun Tilompo. Warga berdatangan dan berinisiatif melakukan pencarian dengan peralatan seadanya. Adalah Kiswadi, 41, warga Kedungsari yang berhasil menemukan jasad korban. Namun sudah dalam kondisi meninggal dunia.Kaswidi memaparkan, upaya pencarian cukup sulit lantaran arus sungai deras pascaturun hujan. Kondisi sungai penuh lumpur. “Kebetulan kaki saya sempat menyentuh jasad korban. Saya berupaya menariknya, tubuh korban sempat lepas saat saya tarik, karena lumpur licin dan tubuh korban cukup berat,” katanya.Warga sempat menghentikan pencarian, karena arus bertambah besar. Ini membahayakan belasan orang yang membantu mencari dengan berenang dan menyelam tanpa perlengkapan SAR. “Akhirnya, kami menunggu bantuan perlengkapan dari BPBD. Tidak berapa lama bantuan datang. Sebentar beristirahat, kami lanjutkan pencarian di lokasi dekat saya sempat memegang jasad korban,” ujarnya.Jasad Dias ditemukan kaku di dasar sungai. Keluarga korban yang menunggui proses pencarian menjerit histeris. Kakak korban sempat mencoba ikut menceburkan diri ke sungai saat melihat jasad adiknya diangkat.Kapolsek Purworejo Kota AKP Mangarif SH MH menyatakan, jenasah korban diserahkan keluarga, lantaran tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. “Usai diperiksa tenaga medis dan dipastikan tidak ada tanda penganiayaan. Korban langsung diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan,” katanya. (tom/hes)