Kembangkan Seni Budaya, Dinas Kebudayaan DIJ Ajak Komunitas Film
Potensi anak-anak muda di Jogjakarta dalam membuat film indie cukup besar. Berbagai komunitas pembuat film di Jogjakarta sudah menghasilkan karya-karya bermutu dan di antaranya diakui secara nasional.
DWI AGUS, Jogja
Potensi besar inilah yang tampaknya membuat Dinas Kebudayaan DIJ melirik film sebagai media pelestarian seni dan budaya. Film pun telah disiapkan sebagai salah satu kegiatan pembinaan dan pengembangan seni budaya yang merupakan program Pengelolaan Keragaman Budaya.
Untuk mewujudkan program ini, Dinas Kebudayaan DIJ kembali menggelar Festival Film Indie 2014. Kepala Seksi Perfilman Dinas Kebudayaan DIJ Dra Y Kuswardhani mengungkapkan festival film kali ini lebih ditujukan kepada komunitas film DIJ.
“Kegiatan ini pun diharapkan mampu melahirkan film-film dokumenter maupun fiksi yang memiliki karakter budaya. Untuk karakter budaya, tahun ini pun dikhususkan pada budaya yang ada di Keraton Jogjakarta,” ungkap Kuswardhani saat ditemui di Kantor Dinas Kebudayaan DIJ kemarin (24/2).
Dipilihnya budaya Keraton Jogjakarta, kata Kuswardhani, karena selama ini masih sedikit yang paham tentang seluk beluk Keraton. Mulai ragam upacara adat, kehidupan di dalam Keraton hingga bregada-bregada yang dimiliki Keraton. Padahal ragam budaya Keraton, menurut Kuswardhani, merupakan pengetahuan budaya yang penting.
Untuk program ini, Dinas Kebudayaan DIJ menargetkan 15 film berkarakter budaya yang akan digarap di tahun 2014. Film yang terpilih akan digandakan dan didistribusikan ke keluharan-kelurahan area Jogjakarta.
Untuk teknis sendiri, Dinas Kebudayaan DIJ membuka proposal film hingga 8 Maret 2014. Setiap tim, lanjut Kuswardhani, mengirimkan berupa naskah dan proposal untuk satu produksi film. Tim yang terpilih pun akan dipercaya untuk menggarap film dengan menggunakan dana keistimewaan.
“Untuk besarnya dana yang diturunkan masih akan digodog lagi. Semua proposal akan dipilih oleh tim penyeleksi independen. Dalam proposal, selain melampirkan naskah dan konsep film juga dilampirkan tim yang akan menggarap film tersebut,” kata Kuswradhani.
Kuswardhani mengungkapkan, film-film ini pun nantinya turut mengisi perpustakaan film. Perpustakaan film ini akan menampung film-film yang memiliki nilai kearifan lokal Jogjakarta.
Sesuai tujuan festival film ini sendiri, film yang terpilih akan menjadi bahan edukasi warga Jogjakarta tentang seni dan budaya. Setiap kelurahan di Jogjakarta pun diberikan kesempatan untuk mengambil film di kantor Dinas Kebudayaan DIJ.
“Untuk proposal film bisa dikirimkan ke Seksi Perfilman Dinas Kebudayaan DIJ Jl. Cendana 11 Jogjakarta. Untuk melengkapi edukasi ini, rencananya juga ada program pemutaran film sepanjang tahun,” kata Kuswardhani. (*/abd)