JOGJA – Meski ancaman bencana banjir dan letusan Gunung Kelud sudah mulai berkurang, tidak mengurangi animo masyarakat untuk memberikan sumbangan ke korban bencana. Sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian sosial, manajemen Rumah Makan Pringsewu menggelar penggalangan dana untuk korban bencana banjir dan Gunung Kelud. Penggalangan dana dilakukan selama satu minggu kedepan dimulai Sabtu (22/2) lalu.
“Ini sebagai salah satu bentuk kepedulian kami dengan saudara-saudara kita yang terkena bencana,” ujar Manajer RM Pringsewu Jogja Andi disela-sela acara Donor Darah, Pemeriksaan Gigi Gratis dan Penggalangan Dana untuk Korban Banjir dan Gunung Kelud.
Kegiatan ini merupakan kerja sama antara DPD KNPI Sleman, PMI Sleman, Mie Pasar Baru, Klinik Gigi Kanina, Malioboro City dan Toko Mas Kranggan. Hadir dalam acara ini, Bupati Sleman Sri Purnomo, Ketua DPRD Sleman Kuswanto, Ketua PMI DIY Herry Zudianto dan Pemilik Toko Mas Kranggan Koh Bing.
Teknis penggalangan dana, lanjut Andi, lebih difokuskan di lingkungan Pringsewu. Selama seminggu kedepan, manajemen memasang kotak sumbangan di lingkungan rumah makan untuk mewadahi para pengunjung yang ingin ikut berpartisipasi dalam program ini.
“Setelah terkumpul nanti akan kita hitung dan serahkan kepada yang bersangkutan,” paparnya.
Dijelaskan Andi, selain penggalangan dana, saat terjadi letusan Gunung Kelud beberapa waktu lalu, Manajemen Pringsewu juga sudah langsung action. Salah satu yang dilakukan adalah dengan membagi-bagikan masker kepada masyarakat dan pengguna jalan di sepanjang Jalan Magelang. “Kita membagi ratusan masker di perempatan Denggung,” katanya.
Andi menambahkan donor darah memang sudah menjadi kegiatan rutin Pringsewu. Setiap tiga bulan sekali, rumah makan yang sudah memiliki 19 cabang di seluruh Indonesia ini selalu menggelar kegiatan ini.
“Merupakan Coorporate Social Responsibility (CSR) Pringsewu. Rutin kita gelar. Nah, kali ini kita barengkan dengan aksi penggalangan dana untuk korban bencana,” terangnya.
Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan terkait bencana Gunung Kelud, Pemkab Sleman juga sudah langsung bergerak. Saat terjadi bencana, pemkab langsung memberikan bantuan masker dan obat tetes mata secara gratis.
“Selama masa tanggap darurat, kita juga membagi-bagikan karung ke masyarakat untuk menampung abu vulkanis,” ujarnya.
Selain di Sleman, saat ini melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemkab juga tengah mengumpulkan bantuan berupa dana dan obat-obatan untuk nantinya disalurkan ke pengungsi korban Gunung Kelud. “Jadi, nanti untuk penyalurannya bisa bersama-sama dengan Pemkab Sleman,” tuturnya. (sam/ila)