JOGJA -Kejati DIJ urung memeriksa mantan Bupati Bantul Idham Samawi yang menjadi tersangka perkara hibah Persiba Rp 12,5 miliar. Pemeriksaan batal digelar karena Idham beralasan tidak siap.
Ketua Umum Persiba itu mengaku belum siap diperiksa karena tak membawa sejumlah dokumen terkait perkara tersebut.
“Pemeriksaan tersangka IS hari ini (kemarin) ditunda. IS minta waktu untuk mengumpulkan dokumen,” kata Kasi Penkum Kejati DIJ Purwanta Sudarmaji kemarin (24/2).
Menurut Purwanta, tim penyidik menerima alasan tersangka. Yakni, minta waktu untuk mengumpulkan dokumen. Penyidik berkeyakinan dokumen yang akan diserahkan nantinya dapat dikembangkan untuk mengusut dugaan korupsi tersebut.
“Pertimbangan penyidik karena materi pemeriksaan sudah masuk ke substansi perkara. Bisa jadi dokumen itu belum dipunyai penyidik. Jadi nanti bisa dilakukan cek silang ke pihak-pihak terkait, sesuai dokumen itu,” tambah mantan Kasi Pidsus Kejari Kendal ini.
Saat disinggung, dokumen apa saja yang di kepada tersangka, Purwanta mengaku tidak mengetahui. “Bukan penyidik yang minta dokumen itu, tapi dari pihak IS sendiri yang berniat menyerahkannya,” papar jaksa asal Imogiri, Bantul ini.
Purwanta menegaskan penyidik berkeyakinan alasan tersangka Idham tidak termasuk upaya menghambat proses penyidikan. Tim penyidik menilai, alasan tersangka sah dan bisa diterima. Penyidik juga telah menjadwalkan pmeriksaan ulang pada Jumat (28/2) mendatang.
Penasihat hukum Idham Samawi, Augustinus Hutajulu SH mengatakan, kliennya akan menyerahkan beberapa dokumen kepada penyidik. Antara lain, dokumen peraturan dan pelaksanaan organisasi KONI dan Pengcab PSSI Bantul.
“Sudah kami bawa foto kopi dokumen anggaran dasar KONI dan Pengcab PSSI Bantul. Tapi yang diminta yang aslinya,” kata Augustinus kemarin.
Ia membantah sengaja menghambat proses penyidikan. Sebab, kliennya sudah memenuhi panggilan penyidik.
“Sebenanrnya kami siap diperiksa. Kami siap menunggu panggilan pemeriksaan ulang,” tambahnya.
Kehadiran Idham di kejati berjalan singkat. Ia datang sekitar pukul 09.30. Sekitar 45 menit kemudian, ia telah meninggalkan gedung kejati.(mar/kus)