*Minta Tambahan Kuota SR-006
JOGJA – Pada 2014 ini, pemerintah kembali mengeluarkan Sukuk Negara Ritel Seri SR 006. Sukuk merupakan surat berharga negara yang berbasis syariah yang dijual kepada individu atau perseorangan melalui agen penjual. Tren terhadap SR 006 ini cukup tinggi, bahkan peminatnya harus rela masuk daftar waiting list.
Salah satu agen penjual SR 006 ini adalah Panin Bank yang ditunjuk sebagai agen penjual pada pasar perdana atau market maker. Branch Manager Panin Bank Handono Rahardjo Jogjakarta menjelaskan sejak awal penawaran SR 006, kuota untuk Panin Bank DIJ mencapai Rp 10 miliar. Dari jumlah itu dalam dua hari langsung habis. Pihaknya juga sudah mengajukan tambahan kuota Rp 20 miliar, itupun juga sudah habis.
“Sekarang kami minta tambahan kuota lagi ke pusat, karena untuk waiting list saja sudah mencapai Rp 14 miliar,” ujar Handono dalam consumer gathering di Phoenix Hotel pekan kemarin.
Menurutnya jika permintaan tambahan kuota ini terpenuhi, maka dapat mengakomodasi waiting list. Panin Bank sendiri secara nasional mendapatkan jatah Rp 480 miliar. Tujuan penerbitan Sukuk SR 006 untuk memperluas sumber-sumber pembiayaan APBN. Yang jelas, menurut Handono, para investor diuntungkan karena investasi ini dijamin pembayaran imbalan dan nilai nominalnya oleh pemerintah.
“Dengan Sukuk ini juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk turut serta mendukung pembiayaan pembangunan nasional,” lanjutnya.
Handono menjelaskan keuntungan SR 006 yaitu imbalan yang diperoleh lebih tinggi bila dibandingkan dengan rata-rata tingkat bunga deposito bank. Pajak yang dibebankan juga lebih rendah dari deposito. Selain itu terdapat potensi memperoleh capital gain dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder.
Menurut Handono, minimal pembelian Sukuk Ritel SR 006 adalah Rp 5 juta dan kelipatannya. Sedangkan batasan maksimal pembeliannya Rp 5 miliar. Sehingga dirasa cocok untuk para investor perorangan. Masa penawaran mulai 14 hingga 28 Februari 2014. “Imbalan SR 006 sebesar 8,75 persen per tahun dengan tenor tiga tahun,” jelas Handono. (pra/ila)