SLEMAN – Kesadaran mengenai pemahaman perpustakaan sebagai jantung universitas belum sepenuhnya disadari perguruan tinggi. Selain itu letak perpustakaan juga harus strategis dan mudah terjangkau.Demikian diungkapkan Rektor UGM Prof Pratikno dalam pembukaan kegiatan Gadjah Mada Library Fair (GMLF) 2014, yang digelar di perpustakaan kampus setempat kemarin. GMLF digelar hingga 2 Maret 2014.Menurut Pratikno untuk mendongkrak fungsi perpustakaan cara yang perlu ditempuh dengan menyiapkan fasilitas yang memadai. Perpustakaan bukan hanya memfasilitasi kepentingan internal kampus saja, tetapi harus menjembatani kepentingan nasional. “Koleksi perpustakaan bukan lagi dalam bentuk e-library tetapi sekarang zamannya mobile library. Perpustakaan harus sudah bisa diakses melalui smartphone,” kata Pratikno.Humas Perpustakaan UGM Nur Cahyani Wahyuni menjelaskan, GMLF 2014 merupakan kegiatan yang kali pertama diselenggarakan Perpustakaan UGM dengan berbagai elemen masyarakat dalam produksi dan diseminasi ilmu pengetahuan. Sebanyak 20 peserta pameran dari DIJ dan Jawa Tengah berbagi informasi dalam GMLF.”Bersamaan dengan pameran akan ada bedah buku, seminar, pemutaran film komunitas, workshop dan literasi informasi bagi pustakawan,” jelasnya.Tema yang diangkat, kata Nur, selaras dengan program prioritas yang ditetapkan oleh Perpustakaan UGM dalam upaya membangun kerja sama lintas unit perpustakaan di lingkungan UGM. “Terutama dalam menggalang aksi kolektif untuk optimalisasi peran dan kontribusi perpustakaan dalam mendukung tercapainya visi dan misi perguruan tinggi,” kata Nur. (bhn/iwa)