PURWOREJO – Hujan dengan intensitas tinggi sepekan terakhir kembali memicu tanah longsor di Purworejo. Tercatat, sebanyak 12 rumah warga Desa Kalitengkek, Kecamatan Gebang, rusak akibat diterjang longsor. Kendati tidak ada korban jiwa, total kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.Kepala Desa Kalitengkek Umi Faizah mengungkapkan, longsor terjadi saat hujan deras disertai angin kencang melanda desanya, Sabtu (22/2) pukul 13.00. Saat hujan baru dua jam, ia mengaku mendapat laporan ada bencana longsor. Saat itu, hujan memang lebat. Ia mengimbau warga yang ada di daerah rawan mengungsi ke tempat yang lebih aman. “Alhamdulilah, tidak ada korban jiwa dalam bencana kali ini. Total kerugian setelah diinventarisisr mencapai Rp 20 juta, ” ungkap Umi, saat menemani warga melakukan kerja bakti membersihkan material longsor, kemarin (24/2).Umi menjelaskan, ke-12 rumah milik warga yang terdampak longsor tersebar di tiga dusun. Rinciannya, rumah milik Nurokhim dan Untung di Dusun Krajan RT 01/ RW 01. Kemudian rumah milik Musklhasin, Janingin, Kholikhin, Rofik, dan Nur Taufik di Dusun Kalimagur RT 02/ RW 03.Semenrara rumah di Dusun Tanggulangin RT 01/ RW 03, longsor menerjang rumah Muchfid, Rambat, Fakhrudin, Parino, dan Senin. Rumah yang rusak terparah ada di Dusun Kalimangur, mengenai Jamingin dan Muchlasin. “Material tanah longsoran masuk ke rumah Jamingin. Di Dusun Krajan, tanah longsor juga menyertakan rumpun bambu, hingga menutup akses jalan desa,” jelasnya.Ditambahkan Umi, Desa Kalitengkek dihuni 400 KK atau 1.500 jiwa dan terbagi menjadi tiga Dusun (Dusun Krajan, Kalimangur dan Tanggulangin, Red). Mayoritas warga tinggal di daerah perbukitan dengan struktur tanah labil dan rawan longsor. Sehingga warga paham jika hujan deras mengungsi ke tempat yang dinilai lebih aman. “Longsor kali ini sudah saya laporkan ke kecamatan dan langsung diteruskan ke BPBD Purworejo. Warga juga langsung gotong-royong membersihkan material longsoran yang menerjang sejumlah bangunan rumah dan jalan desa,” katanya.Jumingin, 56, salah satu korban yang rumahnya rusak terkena longsor menuturkan, saat kejadian ia dan keluarga mengungsi ke rumah tetangga yang lebih aman. “Tanggul setinggi tiga meter di belakang rumah longsor pukul 15.00, beberapa saat setelah hujan lebat. Material tanah menerjang dinding belakang,” tururnya.Camat Gebang Khusairi menjelaskan, Desa Kalitengkek masuk wilayah rawan longsor, karena ada di daerah perbukitan. Ia tak pernah bosan mengimbau warga untuk waspada, khususnya saat hujan berintensitas tinggi. “Antisipasi yang harus dilakukan adalah meningkatkan kewaspadaan. Utamakan keselamatan keluarga. Sebisa mungkin, saat hujan deras segera mengungsi ke tempat yang lebih aman,” jelasnya.Menurut Khusairi, di Kecamatan Gebang ada 12 desa dari total 24 desa dan satu kelurahan tercatat sebagai daerah rawan longsor. Di antaranya, Desa Prumben, Kalitengkek, Redin, Tlogolosono, Ngaglik, Kemiri, Pakem, Penungkulan, dan Sidoleren. “Intensitas hujan masih tinggi, longsor bisa saja terjadi kapan saja. Warga harus ekstra waspada mencegah terjadinya korban jiwa. Selain longsor bencana angin kencang, juga kerap menyambangi Gebang,” katanya.(tom/hes)