MEMILIKI tubuh besar bukan halangan untuk tampil modis. Meskipun terkadang untuk mencari model dan ukuran masih terbatas. Bahkan harus ekstra keras mencari di beberapa butik dan pusat perbelanjaan. Tapi memiliki tubuh besar harus tetap disyukuri dan disayangi, salah satunya dengan memanjakan penampilan sesuai dengan keinginan.Masih minimnya model pakaian untuk perempuan dengan ukuran L keatas menginspirasi desainer Evis Kusuma untuk merancang busana-busana big size. Mengusung tema Urban Dinamic, perancang muda asal Klaten ini bermain dengan garis rancang asimetris. Potongan ini memberikan kesan orang yang memakai tidak terlihat gemuk. “Desainnya menggambarkan perempuan dinamis perkotaan yang aktif, dan tubuh gemuk membuat mereka tetap tampil modis ditengah kesibukannya,” ujar perancang lulusan Papmi DIJ tahun 2013 belum lama iniPermainan garis rancang asimetris banyak dimunculkan di bagian pinggang, tujuannya menyamarkan bagian tubuh yang gemuk. Seperti harapan Evis dimana orang berbadan besar bisa tampil modis dan tampak lebih ramping.Pada koleksinya yang diberi judul Big Beauty Full ini, Evis mengangkat bahan tradisional seperti batik Cirebon motif urangan-urangan yang dipadukan dengan tenun linen. “Kain tradisional memiliki motif khasnya sendiri yang bisa dieksplorasi untuk rancangan dengan tema apapun sesuai ide desainer,” ujarnya.Sebagai penunjang perempuan dinamis yang sibuk dengan berbagai aktivitas, bawahannya memadukan koleksi celana model aladin dengan kerutan di bagian ujungnya. Selain itu juga ada celana model lurus (pipa) yang bisa menyeimbangkan bagian bawah tubuh yang lebar dan memberi kesan merampingkan.Evis juga memperhatikan warna. Pada koleksi dengan ukuran mulai dari L hingga XXXL ini dirinya banyak memadupadankan warna cerah dan motif batik itu sendiri. Bawahan polos akan diseimbangkan dengan atasan full kain batik atau sebaliknya. Sedangkan untuk aplikasi, permainan tali dipilih untuk mempermanis rancangan. “Karena tubuh gemuk juga harus punya banyak pilhan model dan warna, jadi bisa tampil modis,” ujar Evis. (dya/ila)