KEGEMARAN desainer Tri Estiyani terhadap seni melipat kertas dari Jepang atau origami memberikan inspirasi untuk diaplikasikan dalam rancangannya. Tak heran jika koleksi terbarunya yang bertajuk Flower Origami menarik perhatian dengan aplikasi teknik lipat kertas.Desainer muda yang biasa disapa Esti ini mengatakan berbeda dengan origami yang umumnya mengenakan material kertas, pada rancangannya menggunakan kain. Nah, kain-kain ini dibentuk menjadi bunga dengan teknik origami. “Aplikasi origami ini saya padukan dengan material bahan tenun dan lurik yang sudah dibatik,” ujar pemilik label Kirana by Esti ini belum lama ini.Mengarah pada tren 2014 yakni Sagacity, Esti mencoba mengangkat hasil budaya timur dan diaplikasikan dalam bentuk yang lebih modern. Budaya timur yang diangkat kali ini yakni kain-kain tradisional, berupa tenun dan lurik yang sudah dibatik.Pada koleksi ini, garis rancangnya banyak mengambil inspirasi dari busana tradisional masyarakat Korea, Hanbok. Terutama untuk atasannya, sedangkan busana ala samurai untuk bawahan. Model rancangannya berbentuk blazer pendek dengan garis A-line, sehingga memberi kesan longgar dengan unsur transparan. “Bawahannya ada yang bentuk kulot, terinspirasi busana samurai yang dimodifikasi seperti wiru, jadi membentuk lipatan,” ujar alumni Papmi DIJ ini.Dengan paduan gaya busana adaptasi Hanbok, samurai dan tradisional, busana-busana casual elegan ini dapat dikenakan untuk aara pesta sore hari yang santai. Ditambah lagi dengan warna-warna dari unsur alam seperti kuning, orange, dan cokelat muda yang membuat koleksi ini lebih tampak chic dengan nuansa etnik yang kental.Dirancang satu per satuan item, koleksinya kali ini juga memberikan peluang bagi si pemakai untuk memadupadankan dengan koleksi lainnya.Misalnya saja blazer yang juga dapat dikenakan sebagai luaran untuk busana muslim. “Kedepan saya ingin lebih banyak mengeksplorasi kain tradisional lainnya. Tentunya dikombinasikan dengan garis rancangan modern,” ujarnya. (dya/ila)