SLEMAN – Emping identik dengan rasa gurih. Di tangan empat mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNY, makanan berbahan biji melinjo itu dibuat dengan aneka rasa buah.
Kreativitas di bidang pangan ini dilakukan oleh Nurhadiatmi, Fatmawati Widyansari, Kusnanik Puji dan Sri Ningsih. Fatmawati menjelaskan pemberian rasa buah dilakukan pada tahap pembuatan hingga akhir. Harapannya tercipta aroma dan citarasa buah dalam emping yang telah digoreng.
Langkah awal yang harus dilakukan adalah mengupas kulit melinjo yang sudah tua. Kulit melinjo disayat dengan pisau, atau dikelupas dengan tangan, kemudian dilepaskan sehingga diperoleh biji melinjo tanpa kulit.
“Biji melinjo yang telah dikupas dapat dikeringkan,kemudian disimpan dahulu kurang lebih 2-3 hari sebelum diolah agar kadar airnya menurun,” terang Fatmawati.
Melinjo yang sudah disimpan disangrai di dalam wajan bersama pasir sambil diaduk-aduk sampai matang selama 10 hingga 15 menit. Biji melinjo yang telah matang tetap dipertahankan dalam keadaan panas sampai saat akan dipipihkan.
Kemudian, dilakukan pemisahan biji melinjo dari kulit kerasnya. Biji dikeluarkan dari wajan, kemudian dipukul untuk memecahkan kulit keras dari biji melinjo.
“Pemipihan dilakukan secara manual. Ujung pemukul dapat dibungkus dengan menggunakan plastik untuk menghindari lapisan emping melinjo menempel pada ujung pemukul,” terangnya.
Sementara itu Sri Ninggsih mengungkapkan, emping rasa buah diproduksi dari bahan dasar emping melinjo yang tipis serta bahan lainnya seperti gula pasir, air dan pasta berbagai buah. Proses pengolahannya meliputi perebusan 500gr gula pasir, 850cc air, dan 60 ml pasta buah terlebih dahulu.
“Setelah larutan ketiganya jadi dan dingin, masukan 1 kg emping melinjo dan rendam sekitar 7 menit. Langkah selanjutnya tiriskan dan ditata pada nampan untuk dijemur. Setelah kering, emping digoreng dan didinginkan agar dapat dikemas dan dinikmati,” jelasnya.
Emping yang bermutu tinggi adalah emping yang tipis bening kering dengan diameter seragam sehingga dapat langsung digoreng. “Sedangkan emping dengan mutu yang lebih rendah bercirikan lebih tebal,diameter kurang seragam, dan kadang-kadang masih harus dijemur sebelum digoreng,” jelasnya. (bhn/iwa)