PRAMBANAN– PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko memutuskan membuka kembali area wisata secara penuh. Hari ini, Rabu (26/2), operasional di Candi Borobudur mulai normal. Sedangkan di Candi Prambanan dan Ratu Boko dibuka secara penuh mulai Jumat (28/2).
Keputusan membuka penuh kawasan wisata world heritage tersebut setelah pihak pengelola berkoordinasi dengan Balai Konservasi Candi Borobudur serta Balai Pelestarian Cagar Budaya (BJB) Jogjakarta dan Jawa Tengah.
“Artinya, akses bagi wisatawan seperti semula. Kami siap menjamu tamu menuju Borobudur. Di Prambanan, pengunjung juga sudah boleh masuk zona I,” jelas Sekretaris PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Achmad Muchlis kemarin (25/2).
Konsekuensi atas pelayanan penuh bagi wisatawan, pengelola mencabut diskon tarif harga tiket masuk area wisata. Untuk Candi Borobudur dan Prambanan, tarif tiket normal menjadi Rp 30 ribu per orang dan Rp 25 ribu di Candi Ratu Boko.
Sebelumnya, pihak pengelola memberikan potongan harga sebesar 30 persen lantaran keterbatasan akses. Seperti di Candi Prambanan, pengunjung dibatasi sampai zona II. Wisatawan tidak bisa melihat secara dekat atau masuk kawasan utama Candi Syiwa, Brahma, dan Wisnu. Kebijakan itu berlaku sejak Rabu (19/2) hingga Kamis (27/2) untuk kawasan Candi Prambanan. Bahkan, kawasan tersebut sempat ditutup lima hari sejak musibah hujan abu vulkanis Gunung Kelud pada Jumat (14/2).
Penutupan dilakukan demi keselamatan dan kenyamanan pengunjung. Selain itu, pengelola harus membersihkan candi secara cepat agar tidak terjadi korosi pada batuan yang timbul sebagai dampak abu vulkanis. “Prinsipnya kami siap melayani pengunjung dengan akses penuh,” tandas Muchlis.
Dibukanya kembali kawasan wisata candi menunjukkan proses recovery berjalan lebih cepat dari perkiraan. Kendati begitu, pihak BPCB mematok recovery batuan candi paling cepat butuh waktu dua bulan. “Banyak unsur pada abu yang bisa menyebabkan batu candi terlalu asam,” jelas Petugas Pokja Perlindungan BPCB Jogjakarta M Taufik. Dengan kondisi terlalu asam batu candi bisa keropos dalam waktu lama. Hasil uji laboratorium menujukkan keasaman batu relatif normal dengan Ph 6.(yog/din)