BANTUL – Mencintai keindahan alam bisa diwujudkan dengan berbagai bentuk. Seperti dilakoni Diah Nur Forastera dengan menggelar pameran foto bertajuk Journey to The Sun.
Bertempat di galeri Fakultas Seni Media Rekam (FSMR) ISI Jogjakarta kemarin (25/2), dia memajang sekitar 200 foto. Pameran ini mengusung konsep story telling. Yakni, mendokumentasikan perjalanan Tera saat mendaki berbagai gunung di Pulau Jawa. Di antaranya, Semeru, Welirang, dan Raung.
“Kebetulan suka mendaki dan fotografi. Jadi dikombinasikan. Juga mengandalkan sentuhan desain grafis sesuai ilmu yang didapat saat masih kuliah,” kata Tera.
Dia menampilkan foto-foto yang menggambarkan perjalanan dari lereng hingga puncak gunung. Ada pula foto yang menghadirkan perjuangan melawan cuaca ekstrem.
Untuk mendokumentasikan perjalanan ini, Tera lebih mempercayakan pada telepon genggam. Dia memutuskan memotret dengan telepon genggam karena dinilainya lebih efisien dan praktis.
Dekan FSMR ISI Jogja Drs Alexandri Luthfi R MS menyambut positif pameran ini. Meski tidak tercatat sebagai mahasiswa ISI Jogjakarta, kata dia, semangat Tera dalam berpameran perlu diapresiasi.
“Dari segi penyajian ini memiliki nilai unik dibandingkan pameran foto umumnya. Ada kolaborasi seni instalasi. Lalu ada juga story telling dan desain grafis. Ini menjadikan tidak hanya sekadar dokumentasi namun memiliki cerita,” kata Lutfi.
Sebagai pecinta gunung-gunung di Indonesia, Tera mengaku turut prihatin dengan bencana yang melanda yang dipicu aktivitas gunung berapi beberapa waktu lalu. Itu mencakup Gunung Sinabung di Sumatera Utara dan Gunung Kelud di Jawa Timur.
Wujud keprihatinan Tera itu diwujudkan dengan membuka donasi. Donasi terbuka selama pameran berlangsung hingga 3 Maret.
Donasi bisa berupa barang atau uang. Semuanya akan disalurkan kepada korban bencana. “Sejak awal pameran sudah rencana ada donasi,” ujarnya. (dwi/kus)