Polres Magelang Kota serius menangani pengungkapan kasus pelemparan bom molotov di rumah wartawan Radar Jogja (Jawa Pos Grup) Frietqi Suryawan. Tidak tanggung-tanggung, olah tempat kejadian perkara (TKP) melibatkan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng dan Tim Indonesian Automatic Fingerprints Identification System (Inafis).
Hasil sementara, kandungan bom molotov yang dilemparkan ke rumah wartawan yang akrab disapa Demang pada Senin (24/2) dini hari, mengandung campuran minyak tanah dan bensin.
“Hasil sementara, bom molotov itu mengandung minyak tanah dan ada campuran premium (bensin, Red). Jadi, memang punya daya ledak dan memiliki efek membakar yang cukup kuat,” jelas Kapolres Magelang Kota, AKBP Tommy Aria Dwianto, kemarin (25/2).
Barang bukti berupa pecahan botol beserta sumbunya, termasuk sarung tangan dan tas plastik ada di tangan Labfor Polda Jateng. Hingga Selasa (25/2) siang, Tommy menegaskan pihaknya belum menerima hasil resmi dari penyelidikan tim Labfor. Tim Labfor dan Inafis terus memeriksa semua barang bukti di lapangan. Termasuk, sejumlah serpihan yang masih tersisa di tempat kejadian perkara (TKP).
“Belum ada hasil. Mereka masih terus menyelidiki. Kami berkali-kali mendatangi TKP,” paparnya.
Tommy menambahkan, telah melaporkan hal tersebut ke Polda Jateng dan Mabes Polri. Bahkan, ia menyebut Mabes Polri siap memberikan bantuan di lapangan demi mengungkap kasus teror tersebut.
“Senin (24/2) malam, dari Mabes Polri telah menelepon saya dan mereka siap memberikan bantuan pengungkapan kasus ini,” katanya.
Tim Inafis dari Polda Jateng masih memeriksa sejumlah sisa barang bukti di kediaman Demang, di Jagoan 3 Kelurahan Jurangombo Utara , Magelang Selatan, Selasa (25/2) siang. Mereka memeriksa tempat pelemparan molotov, termasuk di depan garasi, di mana ada bom molotov yang belum sempat meledak.
Anggota tim Inafis Polda Jateng, Tri Bisono, memapaarkan terus menyisir kembali TKP untuk mencari tambahan informasi. Menurutnya, dimungkinkan masih ada sisa sidik jari pelaku yang ada di pecahan botol molotov yang dilemparkan ke tempat itu.
“Kalau barang bukti berupa botol molotov sudah diperiksa tim Labfor. Kami masih memeriksa barangkali ada sidik jari yang bisa menambah informasi untuk pengungkapan pelaku,” paparnya.
Tim Labfor Polda Jateng sengaja turun ke TKP pada Senin (24/2) Malam. Mereka melakukan beberapa identifikasi dan pendalaman materi dari bahan Olah TKP sebelumnya.
“Tiap hari kami lakukan analisa dan evaluasi. Intinya serius tangani kasus ini. Kami tidak boleh kalah dengan aksi premanisme,” katanya.(ady/hes)