WATES – Polres Kulonprogo menggelar simulasi pengamanan Pemilu 2014. Sebanyak 900 personel gabungan, dibantu 300 personel dari satuan Sabhara dan Brimob Polda DIJ, simulasi yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam itu dilaksanakan di Alun-alun Wates (25/2).
Simulasi dimulai pukul 10.00. Personel memeragakan adegan aksi unjuk rasa di lokasi kampanye, pemungutan suara, penghitungan suara, rapat pleno di KPUD Kulonprogo, sampai unjuk rasa besar-besaran setelah ditemukan beberapa kejanggalan penghitungan suara di KPUD.
Selain itu, Satuan Gegana Brimob Polda DIJ juga memerankan tugasnya untuk meredam ancaman benda berbahaya yang diduga bom di kantor KPUD. Unit Penjinak Bom (Jibom) pun menyisir lokasi, selang 30 menit, benda tersebut berhasil dimusnahkan.
Dir Sabhara Polda DIJ Kombespol Yulza Sulaiman mengatakan, secara keseluruhan serangkaian simulasi pengamanan Pemilu 2014 sudah cukup baik, termasuk memperhatikan Standar Opersional Pengamanan (SOP) saat terjadi kericuhan. Namun, beberapa hal perlu dikoreksi selama berlangsungnya simulasi itu.
“Evaluasi saya, petugas di TPS harus dilengkapi dengan tongkat dan borgol. Untuk mengamankan oknum yang mencoba mengganggu ketertiban di TPS,” kata Yulza usai simulasi digelar.
Simulasi ini secara detail masih perlu diperbaiki. Yulza menambahkan, seperti saat terjadi bentrok antara pengunjuk rasa dengan polisi, seharusnya ada satuan porvos dan dokumentasi dipersiapkan. Sebab, dokumentasi itu nantinya bisa menjadi bahan dasar ketika perkara ini diperiksa Sat Reskrim.
“Ini kan hanya simulasi. Tapi harus serius, supaya nanti saat di lapangan bisa profesional,” ujar perwira asal Bogor Jawa Barat itu.
Dari beberapa evaluasi itu, konsekuensinya harus dilakukan tindaklanjut. Seperti intensivitas pelatihan respon cepat dengan memperhatikan SOP. Sehingga dengan begitu, kepolisian dinyatakan siap dalam pengamanan Pemilu 9 April 2014.
Kapolres Kulonprogo AKBP Johannes Setiawan Widjanarko menambahkan, simulasi ini merupakan gambaran bagaimana kepolisian melaksanakan tugas pengamanan pemilu. Selain itu, pihaknya akan melakukan evaluasi mengenai hal apa saja yang harus dibenahi demi mengamankan pemilu.
Sementara itu Ketua KPUD Kulonprogo Muh Isnaeni mengatakan, simulasi ini untuk mempersiapkan secara dini terhadap berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan. Hal itu bisa segera diantisipasi kepolisian.
“Saya yakin semuanya aman, masyarakat sudah dewasa dalam berdemokrasi. Semua stakeholder juga saling mendukung demi suksesnya pemilu,” kata Isnaeni. (fid/iwa)