PURWOREJO – Komite Nasional Penyelamat Aset Negara (Komnas-Pan) menyatakan Kabupaten Purworejo dan Kebumen dijadikan pilot project Lumbung Padi Nasional. Kedua wilayah tersebut dinilai paling cocok untuk pengembangan dunia pertanian dan dijadikan Demplot Padi Nasional.
Selasa (25/2), Deklarasi Dewan Komite Daerah (DKD) Komite Nasional Penyelamat Aset Negara (Komnas Pan) Kabupaten Purworejo dilaksanakan di halaman Sumber Alam Adventure Center (SAC) Desa Andong, Kecamatan Butuh. Ikut hadir, Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg didampingi Ketua Umum Komite Nasional Penyelamat Aset Negara (Komnas Pan) Pusat Sultan Fatkhi Esmar.
Deklarasi ditandai pemukulan bedug secara bergantian. Sekaligus menjadi penanda DKD Komnas Pan Kabupaten Purworejo dengan jumlah anggota 20 orang telah terbentuk.
Sedikitnya, ada empat kelurahan dan desa yang memiliki lumbung padi. Masing-masing, Desa Ngandong Kecamatan Butuh, Desa Dukuh Dungus Kecamatan Grabag, Kelurahan Katerban dan Kelurahan Kutoarjo.
“Mereka mendapatkan bantuan pupuk organik secara gratis dari mitra usaha pembuat pupuk Organik CV Mitra Ayu Jakarta,” ungkap Ketua DKD Komnas Pan Kabupaten Purworejo, Suharjanto yang juga merupakan mantan kepala Desa Ngandong Kecamatan Butuh.
Ia melanjutkan, Komnas Pan merupakan organisasi berbentuk ormas yang memiliki jaringan nasional dan internasional. Organisasi ini fokus pada masalah pengawasan dan penyelamatan aset negara, di mana aset itu bukan berupa fisik, namun tenaga kerja indonesia (TKI) dan intelektual negara.
“Kami sudah hadir di Kabupaten Purworejo sejak empat bulan lalu. Saat ini, sudah memiliki 900 anggota yang tersebar di Kabupaten Purworejo,” katanya.
Di Kabupaten Purworejo, pengembangan sektor pertanian menjadi agenda utama. Salah satunya agar terwujud swasembada pangan di Kabupaten Purworejo.
“Ke depan, akan diambil 20 orang per desa untuk dijadikan pengurus di tingkat desa. Kami juga membentuk atau membangun lumbung desa di semua desa yang ada,” katanya.
Ketua Umum Komite Nasional Penyelamat Aset Negara (Komnas Pan) Sultan Fathki Esmar menambahkan, latar belakang pendirian Komnas Pan yakni rasa keprihatinan terhadap kondisi Indonesia yang saat ini telah memasuki masa Stadium empat di sektor pertanian.
Pendirian Komnas Pan memiliki tujuan membangkitkan semangat pemerintah dalam mengembangkan potensi pangan nasional.
“Kita prihatin, yang katanya Bangsa Indonesia ini merupakan Negara agraris, Negara Maritim yang begitu besar, namun Indomesia masuh suka impor dari luar negeri,” imbuhnya.
Komnas Pan juga berfungsi sebagai daya dorong dan terobosan pembangunan demplot padi secara gratis di masyarakat untuk menciptakan bangsa Indonesia menjadi Negara yang bisa swasembada beras dan tidak perlu impor lagi dari negara lain.
Sedikitnya, ada 200 lebih Kabupaten/Kota di Indonesia telah mendeklarasikan sebagai Komnas Pan. Komnas Pan sendiri juga akan terus melakukan aksi membangun serta menyemangati petani untuk menjadikan Indonesia ini menjadi negara yang mandiri dibidang pangan.
“Adanya lumbung desa yang akan dibangun dan penguatan kelompok tani yang ada, saya yakin Indonesia menjadi wilayah yang swasembada pangan,” ucapnya.
Bupati Mahsun menjelaskan, Komnas Pan searah visi-misi Pemkab Purworejo. Yaitu, membangun agrisnis pertanian. Mahsun berjanji, mendukung semua program yang dilakukan Komnas Pan di Purworejo dan akan mendukung Purworejo menjadi pilot project Demplot Padi Nasional bersama Kabupaten Kebumen.(tom/hes)