MUNGKID – Karya mobil listrik SMK Muhammadiyah Satu (Mutu) Bandongan memasuki tahap akhir. SMK yang dikenal dengan sebutan SMK Mutu tersebut bersiap meluncurkan mobil listriknya.
Kini, mobil listrik mencapai 75 persen dalam proses pengerjaannya. Mobil listrik tersebut berkapasitas dua penumpang dengan empat baterai @ 65A. Sementara dimensi ukuran 140 x 240 sentimeter, dengan tinggi mobi dari tanah 30 sentimter.
“Rencananya, peluncuran mobil listrik ini dilakukan di Lapangan Drh Soepardi Sawitan pada 27 Februari,” kata Kepala SMK Mutu Bandongan Drs Sularta MPd, kemarin (25/3).
Sularta melanjutkan, ke empat roda mobil listrik itu menggunakan roda sepeda motor, yang dipasang dengan suspensi model independen. Tidak ada garden pada roda belakang. Melainkan dengan sistem independen, sebagaimana roda depannya.
Mobil listrik tersebut dikerjakan tiga siswa SMK Mutu Bandongan dibimbing tiga orang dari STTNas Jogjakarta. Juga bergabung, satu karyawan Dedi Sulistiyono. Pembuatan mobil listrik di bawah pengawasan Kepala SMK Mutu Bandongan.
Sularta menjelaskan, peluncuran mobil listrik berbarengan dengan gebyar pendidikan Muhammadiyah Kabupaten Magelang. Acara tersebut diadakan Kamis (27/2) besok.
Kegiatan ini akan berlangsung tiga hari, mulai 27 Februari- 1 Maret 2014.
“Dipusatkan di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Borobudur,” ujar Sularta yang juga sekretaris panitia.
Kegiatan ini akan dimeriahkan 20 drumband milik Amal Usaha Muhammadiyah, mulai tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK Muhammadiyah se-Kabupaten Magelang. Apel Hizbul Wathan mengawali kegiatan itu dan akan diikuti 5 ribu siswa Muhammadiyah se-Kabupaten Magelang. Apel kan diadakan di lapangan Drh Soepardi, Sawitan, Kota Mungkid.(ady/hes)