MUNGKID – Kepolisian Sektor (Polsek) Salaman mengamankan 19 siswa sekolah menengah kejuruan (SMK). Mereka digelandang ke Mapolsek Salaman karena diduga kuat hendak tawuran antarsekolah. Mereka digelandang dari Lapangan Salaman dan dibawa ke Mapolsek Salaman untuk diberi pengarahan.
Beberapa saksi menyebut, di dekat Lapangan Salaman, terlihat banyak pelajar hendak melakukan tawuran. Tetapi, mereka tiba-tiba membubarkan diri setelah didatangi polisi. Para siswa lari kocar-kacir tak karuan menghindari kejaran aparat.
”Tadi, banyak pelajar yang membawa batu,” kata Ningsih, seorang pedagang dekat Lapangan Salaman, siang kemarin (26/2).
Jajaran kepolisian berhasil mengamankan 19 siswa. Selain siswa, kepolisian juga berhasil mengamankan sembilan sepeda motor. Aksi tawuran disebut-sebut dari siswa SMK Purnama, Kecamatan Tempuran, dan SMK Muhammadiyah 2 Kecamatan Borobudur. Setelah berhasil digelandang ke Mapolsek, para siswa didata dan diberi pengarahan.
Kapolsek AKP Supriyono menyatakan, sebelumnya jumlah pelajar yang terlibat hendak tawuran itu banyak. Ketika digerebek polisi, banyak yang masuk ke warnet dan warung makan. Sehingga hanya sedikit yang berhasil ditangkap.Ke-19 pelajar dibariskan di halaman Mapolsek Salaman, sembari diminta menghormati bendera merah putih.
Danramil Salaman Kapten Inf Sriyanto sempat memberikan pembinaan pada pelajar yang diduga hendak berkelahi. Ia mengingatkan, orangtua memberi uang saku dan membiayai sekolah agar anaknya bersekolah.
Kalau baru sekolah di SMK sudah tawur, mau jadi apa. Jangan pernah merasa sok jagoan,” tegas Danramil.
Wakil Kepala SMK Purnama bidang Kesiswaan, Prihartono mengaku, tidak tahu penyebab tawuran. Beberapa murid yang diamankan di Mapolsek Salaman, saat ditanya mengaku tidak tahu menahu akan terjadi tawuran antarsekolah.
Salah satu siswa kelas II SMK Muhammadiyah 2 Borobudur, Restu Fauzi mengaku, tidak tahu akan ada tawuran antara sekolahnya dengan SMK Purnama, Tempuran.
Ia mengatakan, siang itu, hanya diajak temannya ke tukang jok dekat Lapangan Salaman.
”Saya duduk-duduk di depan bengkel jok dan ikut ditangkap polisi,” ucapnya.
Aksi tawuran di Lapangan Salaman diduga buntut perkelahian antarpelajar di sekitar Salaman pada hari sebelumnya. Perbedaanya, jumlahnya siswa yang saling berkelahi lebih sedikit dibanding, Rabu (26/2).(ady/hes)