SLEMAN- Pemkab Sleman berupaya mendongkrak produksi perikanan dengan menetapkan dua wilayah kecamatan sebagai kawasan minapolitan. Dua wilayah itu adalah Kecamatan Ngemplak dan Kecamatan Berbah.
Langkah itu di antaranya sebagai upaya untuk menutup devisit produksi ikan di DIJ. Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu mengatakan, kebutuhan ikan konsumsi di DIJ mencapai 90 ribu ton per tahun. Sementara produksi ikan sekitar 70 ribu ton. Selama ini, kekurangan produk selalu didatangkan dari luar daerah. “Potensi ikan di Sleman prospeknya bagus. Ini bisa menjadi sektor usaha unggulan,” ujar Yuni di sela workshop minapolitan di Sleman kemarin (26/2).
Yuni memaparkan, produksi ikan konsumsi Sleman selalu meningkat. Pada 2012 mencapai 21 ribu ton. Hasil itu lebih besar 19 persen dibanding 2011. Bahkan untuk ikan hias juga meningkat 11 persen disbanding, yakni mencapai 13 juta ekor.
Pesatnya perkembangan usaha perikanan di Sleman berbanding lurus dengan tingkat konsumsi ikan masyarakat. Pada 2011 konsumsi ikan per kapita sebesar 27,78 kg/kapita/tahun. Setahun kemudian meningkat menjadi 28,65 kg/kapita/tahun.
Angka itu menunjukkan, rata-rata tingkat konsumsi ikan di Sleman lebih tinggi dibanding di DIJ.
Yuni berharap, penetapan Ngemplak dan Berbah sebagai kawasan minapolitan bisa menciptakan peningkatan produksi, produktivitas, dan kualitas hasil perikanan. Lebih dari itu, memudahkan para petani ikan memasarkan hasil. Dengan begitu tercapai pertumbuhan ekonomi petani, yang berujung pada kesejahteraan masyarakat.”Ini bisa diikuti di kecamatan lain,” kata Yuni.
Camat Berbah Tina Hastani mengarahkan pengembangan budidaya ikan untuk mendukung program Bumi Jelita. Artinya, Budaya, Mina, dan Jelajah Wisata. Program itu dalam rangka mengurangi angka kemiskinan. Di Berbah ada 31 kelompok dengan 717 anggota yang mengelola lahan seluas 4,9 hektare. Dari jumlah itu, 30 persen anggota adalah warga miskin.
Camat Ngemplak Musta’in Aminun mengatakan, di wilayahnya terdapat 44 kelompok petani ikan. Mereka mengelola kolam dengan luas total 823,264 hektare. Rata-rata produksi perikanan naik 2% per tahun. “Bahkan, sebagian besar pembibitan di wilayah Sleman disumbang dari Ngemplak sebesar 70 persen,” ujarnya.
Menurut Aminun, kedepan minapolitan Ngemplak lebih difokuskan untuk menerapkan pembelajaran advokasi kelompok perikanan dan pembangunan wisata. Selain itu juga pengembangan budidaya industri pengolahan ikan dan upaya pemasaran produk. (yog/din)