Buntut Polisi Masih Yakini Pembunuh Udin
JOGJA– Upaya mencari keadilan demi menuntaskan kasus terbunuhnya wartawan Harian Bernas Fuad Muhammad Syafrudin alias Udin terus dilakukan. Setelah PWI Cabang Jogja, dan Jogja Police Watch (JPW) mengajukan gugatan praperadilan, kini langkah hukum juga dilakukan Dwi Sumaji alias Iwik.
Ia secara resmi mengajukan gugatan kepada Kapolda DIJ. Rencananya, hari ini Kamis (27/2) Pengadilan Negeri (PN) Sleman menggelar sidang perdana. Agenda utamanya adalah pembacaan gugatan.
Iwik adalah orang yang pernah ditetapkan Polda DIJ sebagai tersangka pembunuh Udin. Namun dalam persidangan, jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejati DIJ menuntut bebas ayah dua anak tersebut.
Tuntutan bebas itu kemudian dikuatkan dengan putusan bebas yang dijatuhkan Pengadilan Negeri (PN) Bantul pada 5 Desember 1997. “Meski diputus bebas, tapi polisi sampai sekarang masih meyakini saya adalah pembunuh Udin. Ini sangat menyakitkan,” ungkap Iwik kemarin (26/2).
Keyakinan polda itu terungkap dari surat Direktur Reskrim Polda DIJ Kombes Pol Kris Erlangga yang ditujukan ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI) nomor B/208/II/2013/Ditreskrimum tertanggal 20 Februari 2013. Dalam poin 4 dari surat itu, terungkap polda sampai saat ini masih berkeyakinan Dwi Sumaji alias Iwik adalah pelaku utama atas meninggalnya Udin.
“Itu yang membuat saya tidak terima dan mengajukan gugatan,” terangnya.
Sebelumnya, masukan agar Iwik menempuh upaya hukum juga mengemuka dalam acara eksaminasi putusan praperadilan perkara Udin yang diadakan di kampus Fakutas Hukum (FH) UAJY pada Selasa (28/1) lalu. Kala itu, Iwik curhat atas masalah yang dihadapinya.
Mendengar curhat itu, Pakar Hukum Pidana FH UII Dr Mudzakir SH MH menyatakan, sikap polisi itu dapat dipersoalkan secara hukum. Iwik, lanjut dia, dapat menempuh langkah hukum.
Tindakan polisi itu dapat dikategorikan sebagai pencemaran nama baik, sekaligus bentuk penghinaan. “Itu melecehkan putusan pengadilan,” sesalnya.
Untuk mengajukan gugatanya itu, Iwik menunjuk Lembaga Pembela Hukum (LPH) Jogja sebagai penasihat hukum. 17 tahun silam saat dirinya disangka polisi sebagai pelaku pembunuhan Udin, Iwik juga didampingi LPH.
Salah satu kuasa hukum Iwik, Tri Pomo Muhammad Yusuf SH mengatakan, dalam perkara tersebut, kliennya mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum dan ganti kerugian.
“Pokok gugatan yang kami ajukan adalah perbuatan melawan hukum,” ucap Muhammad Yusuf.
LPH menganggap tindakan Kapolda melakukan penyelidikan terhadap Iwik merupakan suatu tindak pidana yang tidak sesuai dengan hukum acara pidana dan UU No 2/2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.
“Karena penyelidikan itu bertentangan dengan hukum, tidak patut, tidak masuk akal dan tidak selaras dengan kewajiban hukum yang mengharuskan tindakan tersebut dilakukan,” urainya.
Menanggapi gugatan Iwik itu, Ketua Jogja Police Watch (JPW) Asril Sutan Marajo SH mengapresiasi. Ia mengatakan, idealnya gugatan itu telah diajukan sejak lama. Alasannya, sikap polisi yang tidak berubah dan tetap meyakini Iwik sebagai pembunuh Udin telah berlangsung sejak beberapa tahun lalu.
“Kalau sekarang Iwik menggugat sudah sewajarnya itu dilakukan. Harkat dan martabat Iwik sudah lama dirugikan akibat tindakan penegak hukum yang tidak professional,” tegasnya. (mar/kus)