PURWOREJO-Kantor Komisi Pemilihan umum (KPU) Purworejo didemo ratusan orang, kemarin (26/2). Konflik bermula dari massa yang kecewa dengan hasil penghitungan suara di TPS 02 Kelurahan Purworejo.
Aksi anarkis meluas di beberapa titik penjuru kota. Pembakaran dan penjarahan merebak. Polisi menerapkan sistem penganggulangan secara berkala. Di akhir tindakan represif, dua demonstran tewas tertembus timah panas.
Semua itu bukan peristiwa sebenarnya. Melainkan simulasi atau latihan konjensi penanggulangan anarki dan sistem pengamanan kota (Sispamkota) yang digelar Polres Purworejo menyambut Pemilu 9 April 2014.
Simulasi berjalan cukup lancar dan mirip situasi sebenarnya. Peserta bersemangat, khususnya polisi yang menyaru sebagai preman dan demonstran terlihat menjiwai peran masing-masing. Terlebih simulasi disaksikan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Drs Dwi Priyatno.
Sebanyak 810 peserta simulasi datang dalam kegiatan yang dipusatkan di Jalan Proklamasi Nomor 10, atau depan Kantor Dinas Bupati Purworejo. Hadir di acara, 810 orang.
“Rinciannya anggota Polres Purworejo, sebanyak 560 personel, Brimob (64 orang), Kodim 0708 (15 orang), Yonif 412 Raider (10 orang), BPBD (4 orang), Satpol PP ada 4 orang,” kata Kapolres Purworejo AKBP Rhoma Hutajulu SIK MSi usai simulasi.
Ketua KPU Purworejo Drs Dulrokhim, Ketua Panwaslu PurworejoGunarwan SE, dan dua komisionernya juga hadir. Juga hadir kepala Kejari Purworejo, ketua PN Purworejo, Dandim 0708 Letkol Inf Arry Sundoro SSos, Ketua DPRD Yuli Hastuti, dan instansi terkait.
Simulasi dimulai pukul 11.00, setelah Kapolda Jateng Irjen Pol Drs Dwi Priyatno tiba di Mapolres Purworejo usai mengikuti kegiatan yang sama di Magelang. Kisruh penghitungan suara di TPS 02 Kelurahan Purworejo menjadi penanda simulasi dimulai.
Seluruh protap penanggulangan anarkis dan Sispamkota dipraktikkan. Negosiasi dan cara menghalau massa yang anarkis dipraktikkan secara detil. Proses koordinasi berjenjang hingga teknis tindakan di lapangan juga diujikan.
Seluruh kekuatan tampil maksimal, tidak hanya personel berseragam lengkap, sejumlah piranti khusus seperti alat penjikan bom, mobil water canon dari Polda Jateng, termasuk dua anjing pengendali massa juga dijajal kemampuannya.
Kapolda Jateng Irjen Pol Drs Dwi Priyatno menjelaskan, simulasi penanganan anarkis dan Sispamkota digelar di seluruh Polres di Polda Jateng. Tujuannya, mengkaji dan melakukan cek kesiapan anggota menghadapi kemungkinan gangguan di lapangan, sekaligus menyamakan persepsi dan cara bertindak saat penanggulangan anarkis dalam Pemilu 2014.
Kapolda mengungkapkan, sesuai agenda nasional pada 9 April 2014, masyarakat Indonesia akan melaksanakan pemilihan legislatif (pileg). Pemilu memiliki makna strategis untuk kedaulatan rakyat. Yaitu, menempatkan wakil rakyat untuk cita-cita tujuan nasional yang diinginkan.
Menurut Kapolda, saat ini situasi dan kondisi di Jawa Tengah kondusif. Kendati peningkatan suhu politik mulai terlihat menghangat. Ini wajar, terlebih para peserta pemilu mulai memasuki tahapan masa kampanye terbatas.
Ia menegaskan, ituasi tersebut perlu diwaspadai. Karena persaingan antarpendukung peserta pemilu mulai tinggi.
Simulasi berakhir pukul 12.30, rombongan Kapolda Jateng melanjutkan perjalanan ke Polres Kebumen mengikuti kegiatan serupa.(tom/hes)