MAGELANG – Kapolda Jateng Irjen Pol Dwi Priyatno menaruh perhatian besar terhadap teror bom molotov yang menimpa wartawan Radar Jogja Frietqi Suryawan. Secara langsung, Dwi mengunjungi lokasi tempat kejadian perkara (TKP) di Kampung Jagoan 3, Kelurahan Jurangombo Utara, Magelang Selatan, kemarin (26/2). Ia menyempatkan datang di sela kunjungan ke Magelang.
“Kami menyayangkan atas kejadian ini. Jelas, kami akan mengusut siapa pun pelaku tindakan ini (teror),” janji Kapolda, pada wartawan.
Dwi melanjutkan, guna mengembangkan kasus teror tersebut, sudah diturunkan beberapa tim. Di antaranya, Tim Laboratorium Forensik (Labfor), Indonesian Automatic Fingerprints Identification System (Inavis) Polda Jateng, dan penyidik.
“Hasil sementara, bahan yang digunakan pelaku berasal dari minyak tanah yang dicampur premium. Perkembangan selanjutnya, akan kami koordinasikan dengan Kapolres Magelang Kota,” katanya.
Atas peristiwa teror pada jurnalis tersebut, Dwi meminta seluruh wartawan tidak perlu khawatir. Sejauh ini polisi serius melakukan penyelidikan. Apalagi, wartawan saat menjalankan profesinya juga dilindungi undang-undang.
“Jika ada pihak yang tidak sepaham, kan ada hak jawab. Wartawan tidak usah takut. Kami akan mengejar oknum ini dengan serius,” tegasnya.
Kapolres Magelang Kota, AKBP Tommy Aria Dwianto menyatakan, terus melakukan penyelidikan dan pengawalan di sekitar rumah korban Fritqi Suryawan, Kampung Jagoan 3, Jurangombo Selatan.
“Penyelidikan kasus ini juga melibatkan Tim IT Polda Jateng, selain Inavis dan Forensik. Dari Mabes Polri juga sudah turun. Nanti akan segera diolah,” katanya.
Saat menjalankan penyelidikan, Tim IT Polda Jateng, bertugas menyelidiki kasus menggunakan sistem teknologi. Jadi, selain penyelidikan di lapangan dan titik rawan, dalam memburu pelaku, aparat kepolisian menggunakan sistem analisa tekonologi informasi.
“Menggunakan cara lidik di tempat dan titik tertentu. Kemudian disinkronasikan dengan hasil penyelidikan IT. Ini memudahkan pencarian pelaku,” jelasnya.
Soal target penangkapan pelaku pelemparan bom molotov ini, Tommy belum bisa memastikannya. “Insya Allah, secepatnya,” katanya singkat.(ady/hes)