SEBANYAK 13.716 guru di Gunungkidul menerima surat yang diyakini berasal dari Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Aburizal Bakrie atau sering disapa ARB beserta istrinya, Tatty Bakrie. Isi surat tersebut, meminta dukungan agar para guru tersebut mendukunga menjadi Presiden RI.
Salah seorang guru di Putat, Patuk, Suprihatinah mengatakan, amplop surat pribadi berwarna putih dengan foto ARB beserta istri dikirim melalui alamat sekolahnya belum lama ini. Dia mengaku tidak mempersoalkan datangnya surat tersebut. “Isi suratnya? Silakan baca sendiri,” kata Suprihatinah (26/2).
Sebagian isi surat tersebut, ‘jika diizinkan oleh Allah SWT, saya akan maju sebagai calon presiden RI pada pemilu 2014. Insya Allah, jika terpilih, saya akan bekerja sungguh-sungguh untuk mengangkat nasib guru dan tenaga pendidik, nasib petani,nelayan, pegawai, hingga perawat, sopir serta pedagang kecil dan menengah’. Surat tersebut ditandatangani ARB tertanggal 29 Januari 2014.
Kepala SMA Pembangunan 4 Playen, Sarono mengatakan hal itu sah-sah saja. Namun, pengiriman surat berisi permintaan doa restu dan dukungan pencapresan tidak tepat karena dikirimkan melalui sekolah. “Jika surat tersebut bersifat pribadi, seharusnya dikirimkan melalui alamat rumah masing-masing guru,” katanya.
Manajer Cabang Operasi Kantor Pos Wonosari Wedha Wijayanto, mengatakan menerima kiriman surat yang dipercaya dari ARB untuk didistribusikan kepada para guru di Gunungkidul. Jumlah surat yang diterima kantor pos sebanyak 13.716 pucuk.
“Kami terima suratnya pada 13 Februari 2014. Namun karena masih banyak abu vulkanis dan sekolah diliburkan, pengiriman surat ke masing-masing alamat yang tertera dalam surat baru kami laksanakan 16 Fabruari 2014,” terangnya.
Dari seluruh surat yang dikirimkan tersebut, kata Wedha, sebanyak 429 lembar tidak bisa didistribusikan karena beberapa guru sudah memasuki usia pensiun, meninggal dunia, tidak diketahui alamatnya serta ada beberapa di antaranya sudah tidak menjadi guru lagi.
“Surat yang tidak bisa dikirimkan ke penerimanya sudah kami kembalikan ke Jakarta (sesuai alamat pengirim) pada 21 Februari 2014,” terangnya. (*/iwa)