Predikat Kota Jogja sebagai kota pelajar dan kota budaya ternyata menggema hingga Kanada. Pemerintah Kanada pun tak segan menjalin kerja sama. Bentuk kerja sama itu mencakup sejumlah bidang.
Harpan Gunawan, Jogja
Wajah semringah ditunjukkan Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti. Dia terlihat sering mengulas senyum. Itu terjadi saat menerima Duta Besar (Dubes) Kanada untuk Indonesia Donald Bobiash di ruang kerjanya di kompleks Balai Kota Jogja kemarin (26/2).
Mereka terlibat pembicaraan seputar kerja sama. Bidang yang digarap antara lain pendidikan, infrasruktur, dan pariwisata.
Haryadi menyatakan, pemerintah Kanada memilih Jogja untuk kerja sama tidak lain karena masyarakat Jogja memiliki keramahan dan semangat gotong royong yang tinggi. Kerja sama ini bukan sekadar misi membuat jalinan di bidang pendidikan, infrasruktur, dan pariwisata.
Kerja sama ini sekaligus menunjukkan Jogja memiliki “nama” di negara maju seperti Kanada. “Langkah awal yang baik mereka (pemerintah Kanada) sudah melirik Jogja untuk menjalin kerja sama. Saya pribadi dan Pemkot Jogja, sangat senang dan akan terus mempertajam bentuk kerja sama yang dimaksud,” paparnya.
Dalam bidang pendidikan, Pemkot Jogja dan pemerintah Kanada sepakat untuk menjalankan program beasiswa. Terutama untuk lulusan sarjana strata 1 (S1) dan strata 2 (S2).
Dubes Donald mengatakan, hubungan Indonesia dengan Kanada sudah terjalin sejak enam puluh tahun lalu. Kedua negara mampu memberikan kontribusi maksimal sehingga kerja sama semakin erat.
Dia menyatakan, sengaja datang ke Kota Jogja karena kota ini terkenal sebagai kota pelajar dan kota budaya. “Terkenal juga di banyak negara seperti Kanada,” jelasnya.
Menurut Donald, banyak lembaga pendidikan di Kanada yang menyediakan beasiswa. Terutama di bidang riset dan penelitian. Ini dapat dimanfaatkan untuk membuat hubungan kedua negara semakin erat.
Dia menyebutkan, bidang riset yang bisa didalami adalah teknologi handphone. Ini mengingat produk handphone produksi Kanada banyak dinikmati di Indonesia. Salah satu produk tersebut yakni BlackBerry.
“Kedatangannya ke Jogja sebagai bentuk penjajakan kerja sama sebagai Dubes baru untuk Indonesia. Jogja baik. Sangat istimewa masyarakatnya dengan gotong royongnya dan budaya,” jelas Donald.
Dalam kesempatan itu, dia juga menyatakan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Jogjakarta memiliki pusat kajian tentang Kanada atau Canadian Corner. Dengan begitu, masyarakat Indonesia dapat mempelajari segala hal tentang Kanada di UIN Sunan Kalijaga. Ini sekaligus bukti kerja sama sudah berjalan.
Selain kerja sama di bidang pendidikan, Donald menambahkan, kerja sama juga dijalin dalam bidang pariwisata dan infrastruktur. Dia menilai nesia sedang gencar melakukan pembangunan infrastukrur. “Kami siap menjalin kerja sama di bidang pembangunan dan pariwisata,” kata dia. (*/amd)