JOGJA – Pemprov DIJ punya strategi anyar untuk menata kawasan Malioboro. Salah satu pusat ekonomi dan pariwisata di Jogjakarta bakal ditata dengan melibatkan masyarakat.
Caranya adalah menggelar sayembara. Sayembara yang rencanya dilaksanakan bulan depan ini merupakan salah satu program dari kegiatan keistimewaan DIJ. Di mana, Malioboro termasuk salah satu kawasan heritage di DIJ.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP ESDM) DIJ Rani Sjamsinarsi menyampaikan, saat ini sedang disusun referensinya terkait sayembara itu. Penyusunan melibatkan sebelas juri yang dipilih oleh pemprov.
“Bulan Maret ini akan kami umumkan,” kata Rani kepada wartawan kemarin (26/2).
Menurut dia, sayembara tersebut berbasis kawasan Malioboro. Tapi, lanjutnya, saat ini instansinya lebih mengutamakan penataan di sekitar Jalan Pangurakan (Jalan Trikora) hingga kawasan Stasiun Tugu.
Menurutnya, di wilayah tersebut masih banyak pedagang kaki lima (PKL) yang belum tertata dengan baik. Selain itu, rencanakan dalam beberapa waktu ke depan sisi timur ruas Jalan Malioboro bakal dimanfaatkan sebagai pedestrian.
“Nah, itu nanti ruang jalan dan fasadnya sebaiknya seperti apa. Lewat sayembara ini nanti akan banyak ide yang muncul,” ujar mantan kepala Biro Umum Humas dan Protokol (UHP) Setda DIJ tersebut.
Selama ini sudah banyak kajian tentang Malioboro. Termasuk kajian oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Tapi, sayembara ini tetap dianggap penting.
Sayembara tersebut, kata Rani, merupakan bagian untuk menjaring aspirasi masyarakat. Khususnya kalangan perguruan tinggi dan seniman.
Misalnya, kata dia, saat trotoar sebelah timur sudah bisa dijadikan pedestrian maka di sana akan ada ruang bagi seniman untuk berekspresi. “Tapi di titik mana dan seperti apa, itu yang juga coba kami gali,” tambah birokrat yang tinggal di Wirobrajan tersebut.
Rencananya, kata Rani, ada lima pemenang sayembara penataan Malioboro ini. Menurutnya, hadiah yang disediakan cukup menarik. Tapi, dia tidak mau menyebutkan.
Dia menegaskan, karya pemenang sayembara akan menjadi salah satu masukan yang bakal dipertimbangkan pemprov dalam menata kawasan Malioboro. “Nggak mungkin diabaikan semua. Nanti jadi temuan BPK,” terangnya.
Kabid Sarana Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIJ Ni Made Panti Indrayanti mengatakan, sayembara penataan Malioboro merupakan salah satu kegiatan dari sejumlah kegiatan di kawasan tersebut. “Anggarannya dulu Rp 1,5 miliar dari dana keistimewaan. Itu bukan sayembara. Namun, juga mencakup agenda Malioboro lainnya,” tandasnya. (hed/amd)