JOGJA-Hari kedua latihan timnas Indonesia U-23 di Stadion UNY dimanfaatkan tim kepelatihan Garuda Muda untuk menguji fisik para penggawanya. Kemarin (26/2), Rasyid Bakrie dkk menjalani tes ketahanan tubuh VO2Max guna melihat seberapa kuat stamina mereka dalam persiapan menghadapi Asian Games 2014.
Sayangnya Pelatih Timnas U-23 Aji Santoso belum bisa mengumumkan hasil dari tes VO2Max tersebut. Legenda Persebaya Surabaya ini mengatakan, kemungkinan besar hasilnya baru bisa dipublikasikan hari ini(27/2). “Ya, tadi (kemarin, Red) anak-anak sudah menjalani VO2Max,” terangnya.
Tapi, kata Aji secara sekilas ada beberapa pemain baru yang terlihat sudah bisa menembus limit. Hal ini jelas merupakan hal bagus karena secara skill banyak pemain baru yang secara skill sangat layak untuk membela timnas. “Ya maka dari itu ini merupakan suatu hal yang sangat baik untuk tim kita,” tambahnya.
Yang jelas, kata Aji, hasil VO2Max buruk bukalah kiamat bagi seorang pemain. Sebab dirinya masih memberikan kesempatan kedua untuk penggawa yang gagal mendapatkan rapor fisik bagus. Dari semua pemain yang menjalani tes, Rizki Pellu memiliki hasil terbaik dengan hasil 57 ml/kg.
Kata Aji hasil VO2Max yang sesuai standarnya adalah 55ml/kg. Jika, si pemain hanya sedikit di bawah angka tersebut dan memiliki teknik dan
mental mumpuni, maka Aji bakal memberikan waktu untuk berbenah.
“Meskipun ada toleransi, tapi yang ditolelir ini yang fisiknya tak
anjlok-anjlok banget. Misalnya ada pemain yang hasil fisiknya kurang dari hasil standar tapi punya kemampuan teknik dan mental bagus
tentunya diberikan peluang membenahi diri,” ungkapnya.
Dari 28 pemain panggilan Pelatnas timnas U-23 di Jogjakarta, kemarin baru ada 26 saja yang sudah berlatih. Dua penggawa yang belum hadir di hari pertama Vava Mario Yagalo dan Novri Setiawan sudah mulai berlatih bersama rekan-rekannya.
Sedangkan dua penggawa lainnya, Ramdani Lestaluhu dan penjaga gawang Yogi Triana belum juga tampak. “Sampai sekarang Ramdani masih ada urusan di Jakarta. Sedangkan Yogi besok (hari ini, Red) masih harus membela klubnya Persita Tangerang,” tandasnya.
Komarudin, salah seorang staf FIK UNY yang ditunjuk menjadi tester menambahkan tes VO2Max dilakukan dengan bliptest mengikuti irama musik. Menurut dia, ketika seorang pemain memiliki VO2Max sesuai
standar yakni 65 mm/kg maka pemain tersebut tidak akan mudah lelah saat bermain selama 2×45 menit.
“Tes ini untuk mengukur endurance pemain. Kalau ingin menyentuh angka standar maka idealnya dilakukan rutin dua sampai tiga bulan,” tandas pria yang juga Manajer Lapangan Sepak bola UNY itu. (nes/din)