JOGJA – Bencana masih potensial terjadi di Jogjakarta. Hujan yang mengguyur Kota Jogja Selasa malam (25/2) memicu tebing setinggi sekitar 12 meter ambrol. Tebing yang ambrol mencapai panjang sekitar 50 meter.
Tebing itu berada di wilayah Pandeyan, Umbulharjo. Tepatnya di Wong RW 08 Gambiran yang berada di tepi Sungai Gajahwong.
Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa itu. Tapi, tiga rumah yang berada di sekat tebing longsong terancan runtuh.
Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Kota Jogja langsung turun tangan. Mereka melakukan antisipasi.
Langkah yang ditempuh antara lain membuat bronjong. Selain itu, merak menunggu penanganan yang bersifat permanen oleh Balai Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO).
Kepala Dinas Kimpraswil Kota Jogja Toto Suroto menjelaskan, Rabu pagi (26/2) tim Kimpraswil melakukan pengecekan langsung di lokasi. “Untuk anggaran memakai dana insidental tahun ini diajukan sebesar Rp 642 juta untuk setahun. Jumlah meningkat dari tahun lalu Rp 400 juta,” jelasnya di Balai Kota Jogja kemarin.
Menurutnya, sebenarnya wilayah Pandeyan sudah dialokasikan. Perbaikan talud juga telah dilakukan dengan biaya sebesar Rp 40 juta. Perbaikan talud juga dilaksanakan di Prenggan dengan biaya Rp 175 juta. “Saya berharap wilayah tersebut sudah masuk dalam usulan,” terang Toto.
Berdasar pantauan Radar Jogja, pemilik rumah yang terdampak langsung oleh tebing longsor itu adalah Tri Rahmat, 53. Dia mengaku cukup takut untuk tinggal di rumah yang ditempatinya.
Jarak rumah itu dengan tebing yang ambrol sekitar sepuluh meter. Dia berharap ada penanganan serius.
“Saya harap pemkot segera melakukan penanganan dengan bronjong. Antisipasi segara,” terang Tri.
Material dari tebing yang ambrol itu ternyata memicu rusaknya dapur salah satu rumah yang berada di seberang sungai. Rumah itu milik Wasijan yang berada di Prenggan, Kotagede.
Material tebing yang jatuh ke sungai menyebabkan muncul gelombang besar secara tiba-tiba. Gelombang besar ini menghantam dapur rumah milik Wasijan.
“Lokasi longsor memang bersebrangan dengan wilayah Prenggan. Tapi saat tebing itu longsor, air sungai membeesar sehingga menyebabkan air menabrak dapur milik Wasijan,” terang Seketaris Forum Silahturahmi Daerah Aliran Sungai (Fordais) Gajahwong Agus Susanto di lokasi kejadian kemarin.
Menurut Agus, Selasa sekitar pukul 04.00 lalu sudah terjadi longoran kecil pada tebing. Hujan yang mengguyur hingga malam akhirnya memicu tebing itu ambrol. (hrp/amd)