MENURUN: Warga Desa Giripeni, Wates melakukan upacara wiwit sebelum dimulainya panen padi, kemarin.
WATES – Hasil panen padi Musim Tanam (MT) I di Desa Giripeni, Wates menurun. Biasanya hasil tanam padi MT 1 mencapai 9,7 ton per hektare, kali ini hanya 7,6 ton per hektare. Penurunan itu disebabkan meningkatnya serangan hama pada lahan persawahan seluas 85 hektare itu.Meski hasil panen menurun, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Giripeni tetap melakukan upacara tradisi wiwit bersama dan kenduri sawah sebagai upaya menjaga kelestarian budaya leluhur. Kegiatan ini juga sebagai wujud rasa syukur kepada sang pencipta yang memberikan limpahan rezeki di Desa Giripeni, Wates.Ketua Gapoktan Giripeni Untung Suharjo mengatakan, hasil panen padi di MT I kali ini menurun. Disebabkan banyaknya hama yang menyerang tanaman padi. Diantaranya hama kresek, dan pengerek batang padi. Keberadaan hama itu cukup berpengaruh terhadap hasil panen kali ini. Selain gangguan hama, panen padi menurun juga disebabkan faktor cuaca yang tidak mendukung.”Padahal untuk MT 1 tahun lalu mencapai 9,7 ton per hektare, sedangkan saat ini hanya 7,6 ton per hektare,” kata Untung usai wiwit bersama dan kenduri sawah, kemarin (27/2).Sebagai upaya pencegahan hama, dia menggerakkan penyemprotan pestisida agar panen bisa optimal. Namun, meski hasil panen menurun dan banyak terserang hama, masyarakat tetap bersyukur karena masih bisa mengambil hasil panen padi di MT I ini.Area persawahan Gapoktan Giripeni seluas 85 hektare. Seluas 65 hektare untuk tanaman padi, sisanya untuk tanaman palawija. Nanti, dia akan mengoptimalkan pencegahan hama agar hasil panen bisa lebih baik dari MT I seperti saat ini.Upacara wiwit bersama dan kenduri sawah ini, para petani Gapoktan Giripeni membawa gunungan dan hasil tanaman lainnya. Gunungan diarak sejauh satu kilometer, kemudian dibawa ke petak sawah yang akan dimulai panen. Salah seorang tokoh masyarakat menerima padi yang baru dipanen. Tradisi ini sudah dilakukan setiap tahun oleh Gapoktan Giripeni, Wates.Bendahara Gapoktan Sunaryono mengatakan proses penanaman padi sudah berhasil, meskipun banyaknya serangan hama dan faktor cuaca mempengaruhi hasil panen di MT I. Pada MT I ini serangan hama merupakan hal yang baru, sebelumnya hama tidak terlalu berpengaruh terhadap hasil panen.”Kami terus mengupayakan penyemprotan pestisida. Selain itu pemerintah juga telah memberikan obat untuk mengantisipasi serangan hama,” kata dia. (fid/iwa)