JOGJA-Tim teknis PSIM Jogja benar-benar harus bekerja keras untuk membenahi fisik pemain sebelum bergulirnya kompetisi Divisi Utama 2014, 15 April mendatang. Hal ini berkaitan erat dengan tidak adanya satupun pemain yang memiliki stamina standar dalam tes fisik di Stadion Mandala Krida Rabu (26/2) lalu.
Setidaknya 11 dari pemain yang ikut menjalani tes fisik memang sudah dicoret. Namun celakanya, pemain-pemain yang lolos dalam penjaringan tahap pertama pun juga belum ada yang memiliki stamina mumpuni. Pun demikian dengan empat penggawa tambahan yang kemarin baru saja mengikuti latihan di Stadion Mandala Krida yakni Topas Pamungkas, Martinus Novianto, Mifqi Prasetyo serta Rama Dhani.
Anggota tim teknis yang mengurusi masalah fisik Bagyo Irianto mengatakan, stamina keempat pemain tersebut belum terlihat baik. Topas Pamungkas yang membela PSS Sleman saat PSIM vakum dari blantika sepak bola Indonesia juga dinilai belum memiliki kebugaran yang cukup. “Mungkin setelah main di PSS dia juga kurang berlatih. Walaupun saya tahu dia juga mengisi liburan dengan main futsal,” katanya.
Selain Topas, Martinus yang digadang-gadang bakal menjadi penyerang andalan Laskar Mataram musim ini pun belum terlihat bugar. Ya, sebelum merapat ke latihan, Martinus harus sempat menderita sakit tifus.
“Martinus juga baru pemulihan. Dua pemain baru lainnya Mifqi dan Dhani juga belum terlihat. Ya di lihat saja nanti sampai Sabtu,” imbuh Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNY tersebut.
Kebugaran yang belum dimiliki 32 pemain yang kini ikut seleksi di PSIM memaksa tim teknis segera menggeber program pemulihan fisik. Kata Bagyo program ini langsung dilaksanakan begitu kerangka tim terbentuk Senin (3/3) mendatang. “Minggu (2/3) tim pelatih sudah membentuk kerangka tim. Senin kami langsung latihan dan dalam latihan tersebut program fisik jelas bakal digalakkan,” terangnya.
Namun, kata Bagyo, pemulihan stamina para penggawa PSIM jelas bakal memakan waktu cukup lama. Bahkan dengan tegas Bagyo pesimistis penggawa-penggawa Laskar Mataram sudah memiliki tingkat kebugaran fisik yang memadai saat kompetisi sudah dimulai pertengahan April nanti.
“Saya memperkirakan April nanti anak-anak juga belum 100 persen . Bahkan, saking lamanya libur kompetisi saya tidak yakin pemain tambahan yang nantinya datang setelah kerangka tim terbentuk sudah memiliki fisik bugar. Untuk itu, saat kompetisi baru memasuki fase awal kami tetap melakukan pembenahan,” imbuhnya.
Terpisah, pelatih kepala musim lalu Maman Durachman mengaku senang dengan teknik permainan empay pemain baru. Tapi ia sendiri belum bisa memastikan apakah Topas, Martinus, Mifqi dan Rama pasti ia rekomendasikan ke manajemen.
Sedangkan anggota tim teknis bidang penjaga gawang Didik Wisnu menuturkan, PSIM sudah tidak memiliki masalah di posisi kipper. Kata dia, lima kipper yang ada sekarang Onny Kurniawan, Luga Dameindra, Puthut Jat Purnomo, Tito Rama dan Alwi Syahrul semuanya layak bermain di Divisi Utama.
“Untuk kiper kemungkinan yang terjaring tiga saja. Saya lihat lima kiper yang ada sekarang oke semua. Hanya saja memang Onny yang sudah punya jam terbang tinggi,” katanya. (nes/din)