JOGJA – Universitas Leiden Belanda menganugerahkan diploma atau ijazah kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Gelar itu diberikan sebagai wujud apresiasi Universitas Leiden kepada mantan pemimpin Keraton Jogja yang termansyur tersebut.
Kemarin (27/2) di Keraton Jogja, Rektor Universitas Leiden Prof Carel Stolker memberikan ijazah tersebut. Ijazah diterima putra tertua HB IX, yang kini menjadi Raja Keraton Jogja sekaligus gubernur DIJ yakni Hamengku Buwono X.
Dalam acara tersebut hadir anak-anak dari HB IX. Di antaranya, KGPH Hadiwinata, GBPH Prabukusumo, dan GPBH Yudhaningrat. Ada pula sejumlah kerabat.
“Ini pertama kali dan satu-satunya (Universitas Leiden memberikan ijazah khusus),” kata Carel kepada wartawan di depan Gedung Jene Keraton Jogja.
Carel mengatakan, ijazah tersebut menyatakan HB IX merupakan alumnus dari universitas tertua di Belanda itu. HB IX, lanjut Carel, memang tidak pernah menuntaskan studi Hukum Indonesia di kampus yang sudah berdiri sejak 1575 itu.
Hampir empat tahun, kata dia, HB IX menuntut ilmu di Leiden. Itu terjadi antara tahun 1936 sampai 1939.
HB IX hampir menyelesaikan kuliahnya. Namun, dia diminta ayahnya yakni HB VIII untuk segera pulang ke Hindia Belanda, sebutan untuk Indonesia saat itu. Sebab, saat itu di Eropa sedang berkecamuk Perang Dunia II.
“Saat itu memang waktu yang sangat sulit di Belanda dan di Eropa,” tambah Carel.
Ide memberikan ijazah khusus untuk HB IX memang digagas oleh Carel. Menurutnya, raja yang mangkat pada 1989 tersebut merupakan mahasiswa yang bisa belajar dengan cepat.
Sebelum masuk Leiden, HB IX sempat belajar di Harland Belanda. Saat itu dia sudah fasih berbahasa Belanda. Hanya, kata Carel, hingga saat ini pihaknya memang tidak mempunyai catatan tentang nilai-nilai dari HB IX.
Tapi, lanjutnya, mantan wakil Presiden Indonesia tersebut dikenal sebagai mahasiswa yang sangat aktif berorganisasi. Dia berkecimpung dalam Asosiasi Mahasiswa Leiden dan menjadi gubernur di organisasi kampus tersebut. “Dia bukan hanya mahasiswa yang baik. Tapi juga penting di Universitas Leiden,” puji Carel.
Carel pun menceritakan saat berada di Leiden HB IX pernah tinggal di tiga tempat. Salah satu tempat tinggal HB IX dahulu merupakan tempat kelahiran dari Carel.
“Satunya lagi, satu jalan dengan tempat tinggal saya saat ini,” tandasnya.
Usai menerima ijazah, HB X berencana menempatkan ijazah atau diploma tersebut di Museum HB IX yang berada di kmpleks Keraton Jogja. Menurutnya, ijazah tersebut akan menjadi salah satu koleksi museum dan bisa dilihat langsung masyarakat.
“Saya hanya mengucapkan terima kasih. Nanti publik bisa lihat,” kata pria yang bernama kecil Herjuno Darpito tersebut.
HB X mengaku tidak tahu pasti apakah ayahnya menuntaskan atau tidak pendidikan di Negara Kincir Angin tersebut. “Nggak bisa dibilang gitu juga (menyesal). Karena saat itu memang Perang Dunia II. Jadi, ya diminta pulang,” tandas HB X. (hed/amd)