HERU PRATOMO, Jogja
Suasana meriah terlihat dalam malam puncak peringatan HUT PHRI DIJ ke-45 di Rheneo Skyzone Hotel Grand Tjokro Jogja Rabu (26/2) malam. Ratusan pelaku pariwisata di DIJ, mulai dari kalangan perhotelan dan restoran, travel agen, Badan Promosi Pariwisata Kota Yogyakarta (BP2KY), Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) serta stakeholder pariwisata ikut hadir. Adapula Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti.
Malam puncak HUT PHRI DIJ tersebut sebagai penutup berbagai rangkaian kegiatan yang dimulai sejak 15 Februari 2014 atau sehari setelah hujan abu mengguyur. Kegiatan itu juga dilakukan setelah menonton siaran berita televisi nasional yang memberitakan karena hujan abu Jogja jadi seperti kota mati. “Pak Is (Istidjab Ketua PHRI DIJ) langsung bilang jalan terus,” ujar Ketua Panitia acara HUT PHRI DIJ Bonny Telo.
Dengan mengangkat tema Bersatu Kita Teguh, Bersama Jogja Istimewa, berbagai kegiatan yang digelar diharapkan dapat menjadi kampanye positif tentang pariwisata Jogja.Sekaligus juga menunjukkan jika Jogja tetap aman dikunjungi.
“Kami ingin menunjukkan dan membuktikan betapa solidnya industri pariwisata DIJ yang saling bahu membahu mengangkat pariwisata DIJ,” ujar Bonny.
Ketua PHRI DIJ Istidjab M Danunegoro mengungkapkan DIJ terbukti kuat meski terus terkena bencana. Tetapi khusus hujan abu kemarin, DIJ sebenarnya hanya terkena dampaknya saja. Meskipun begitu dampaknya sangat terasa dengan anjloknya okupansi hotel. Terlebih dengan ditutupnya Bandara Adisutjipto selama lima hari. “Tetapi sekarang sudah mulai pulih, okupansi sudah mencapai sekitar 57 persen,” tuturnya.
Istidjab meyakini mulai Maret nanti tingkat okupansi sudah kembali normal. Makanya perhotelan diminta untuk bisa mempercepat proses pembersihan, terutama di kolam renang. Sales hotel juga sudah kembali aktif door to door mempromosikan hotelnya, terutama ke Jakarta. “Makanya kalau macet saat libur jangan ngomel, itu tandanya Jogja ramai dikunjungi wisatawan,” tuturnya.
Menurutnya saat ini di DIJ terdapat sekitar 60 hotel berbintang dengan total kamar mencapai 6.338 kamar. Sedangkan untuk hotel nonbintang di DIJ mencapai 1.117 dengan jumlah kamar mencapai 13.707. Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga mengapresiasi terbitnya Peraturan Wali Kota Jogja tentang moratorium pembangunan hotel baru di Kota Jogja hingga 2016 mendatang.
Sedangkan Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti berharap antara Pemkot Jogja dengan PHRI bisa bersinergi untuk bisa mewujudkan, mendukung dan menyemarakan Jogja sebagai kota wisata. “Tentunya dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi wisatawan maupun masyarakat,” tuturnya. (*/ila)